MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Gunung Ungaran terletak di sebelah Selatan - Barat Daya kota Semarang dengan jarak sekitar 40 Km, tepatnya berada di kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi type strato. Gunung ini terdiri dari tiga buah gunung yakni Gn. Gendol, Gn.Botak, dan Gn. Ungaran. Puncak tertinggi Gn. Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl.

Untuk menuju puncak Gunung Ungaran ini dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari candi Gedung Songo, atau sekitar 8 jam dari Jimbaran. Gunung ini dapat didaki dari Jimbaran - Ungaran, atau dari Taman Wisata Candi Gedung Songo - Ambarawa. Dengan menggunakan kereta api Tawang Jaya dari stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Poncol - Semarang. Dari stasiun poncol ini kita naik bus kota menuju terminal Terboyo, dilanjutkan dengan bus kecil jurusan Bandungan.

Bila anda menyukai gunung Merbabu maka tidak ada salahnya bila anda mendaki gunung Ungaran untuk menyaksikan pemandangan gunung Merbabu dari lereng maupun puncak gunung Ungaran. Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2050 mdpl, kondisi alamnya masih diselimuti hutan lebat dan banyak terdapat tempat-tempat wisata, maupun tempat-tempat keramat yang sangat menarik untuk dikunjungi.

Tanggal 15-17 Oktober 2007 skrekanex/merbabu.com melakukan pendakian ke gunung Ungaran melalui jalur Jimbaran, kemudian turun melalui jalur Candi Gedong Songo. Pendakian diikuti oleh Mak’e (Titin), Mbah’e (Steve), Arie (Taphe), Ucup, Bayu (Bonges), Andri (Jawa), Bowo (Cipir), dan Iman (belog). Sementara Tanti, Asep, Priyas, Wiwit, nyusul ke Candi Gedong Songo.

Dari Kota Semarang kita menggunakan bus jurusan Bandungan dengan ongkos Rp.10.000,- per orang (tarif lebaran), turun di pasar Jimbaran. Dari pasar Jimbaran ambil arah ke kanan dengan jalur yang menanjak sepanjang ± 2 Km dengan jarak tempuh normal ˝ jam perjalanan menuju ke dusun Kluwihan, desa Sidomukti. Dusun ini merupakan dusun terakhir menuju jalur pendakian. Beristirahat sejenak di basecamp rumah Mbah die. Di dusun ini kita kalau mau mandi/buang air terdapat kamar mandi umum yang digunakan secara beramai-ramai, namun di pisahkan antara kamar mandi pria dan wanita, jadi jangan salah masuk ya?

Dari desa Kluwihan dilanjutkan dengan menyurusiri jalan aspal lurus sampai jalan berbatu susun menuju padepokan Karyatani Sidomukti. Padepokan ini merupakan proyek percontohan pembudidayaan tanaman sayuran dan ternak. Pemandangan kearah gunung Merbabu di sepanjang jalan menuju lokasi ini sangat luar biasa, selain itu Rawa Pening dan kota Ambarawa kelihatan sangat indah. Terdapat tebing jurang yang sangat curam dengan pemandangan yang sangat indah sekali untuk dinikmati ke arah bawah jurang namun sangat mendebarkan jantung. Udara yang sejuk dengan suasana alam yang terbuka namun berbatasan dengan kawasan hutan memberi suasana yang sangat romantis bagi muda-mudi yang berpacaran.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri kawasan hutan pinus yang cukup lebat dengan kondisi jalur yang menanjak dan menurun. Selanjutnya akan dijumpai sungai kering

Kembali menanjak. Kita akan menemukan beberapa percabangan ikuti saja jalur yang paling lebar. Jalur berikutnya landai menyusuri tepian kali kecil di sebelah kiri jalan setapak namun debit airnya cukup deras meskipun di musim kemarau, sedangkan di sebelah kanan jalan setapak adalah jurang yang sangat dalam. Sehingga pendaki harus berhati-hati untuk tidak berjalan terlalu ke kanan.

Sekitar 30 menit perjalanan menyusuri kali sampailah kita di air terjun kecil yang menggoda kita untuk segera mandi menyegarkan badan. Beristirahat sejenak di lokasi sumber air ini sambil mendengarkan irama percikan air terjun yang dikelilingi rimbunnya hutan gunng Ungaran membuat kita semakin menyatu dengan alam.

Dari air terjun perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kea rah kanan dengan track yang menanjak dan kembali agak landai. Melintasi kawasan hutan sejauh 1 km akan mengantarkan kita ke perkebunan Sikendil. Di lokasi perkebunan kopi ini terdapat pondok dan bak penampungan air yang menyerupai kolam renang.

Terdapat percabangan jalan, kekiri adalah menuju puncak sedang lurus adalah jalur menuju Babadan, Ungaran. Jalan agak menanjak hingga kemudian mendatar untuk menuju pertigaan yang merupakan jalur ke puncak. Di ujung jalan datar, kita sampai dipertigaan si kendil, sebuah percabangan di perbatasan antara kebun kopi si kendil milik PTP dengan perkebunan teh milik PT Astra.

DUSUN PROMASAN

Untuk menuju puncak kita ambil jalur kekiri, namun sebaiknya kita beristirahat dulu di Dusun Promasan turun kearah kanan yang juga merupakan jalur pendakian dari arah Boja Kendal. Dusun Promasan terletak di tengah perkebunan teh dengan jumlah rumah hanya sekitar 20 rumah.

Pemandangan puncak Gunung Ungaran dari lokasi ini sangat luar biasa indahnya. Pendaki biasanya menginap di rumah Biyung namun tidak menjual makanan, untuk makan harus memasak sendiri. Sementara di rumah bapak ketua RT menyediakan warung makan serta perlengkapan lainnya. Kalau mau membuka tenda terdapat lapangan yang cukup luas di dekat kamar mandi umum.

Terdapat Gua Jepang di tengah-tengah perkebunan teh. Gua ini dibangun pada masa pendudukan Jepang dan merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika Perang Dunia ke II. Gua Jepang berupa lorong panjang sekitar 150 meter. Terdapat ruangan-ruangan di sisi kiri dan kanan lorong. Gua ini memiliki 3 buah pintu masuk yang juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk memasuki gua harus menggunakan lampu senter, dan bila hujan air bisa masuk gua sehingga menjadi licin.

Gua yang banyak menyimpan misteri ini memberikan pengalaman-pengalaman menyeramkan di antara para pendaki. Menurut Wahyu seorang pendaki cewek yang berasal dari Kendal, dia sering melihat tentara Jepang berbaris di sekitar gua ini. Selain itu dia juga sering mendengar suara orang yang disiksa di bilik-bilik ruangan di dalam gua. Seringkali baru berdiri di depan pintu masuk gua, pendaki sudah merasakan merinding.

Selain Gua Jepang tempat menarik lainnya berupa Candi Promasan yang berupa kamar mandi umum terbuka yang berhiaskan patung-patung sederhana. Di tengah guyuran hujan lebat dan dinginnya kabut tebal di malam hari Mbah Steve menyempatkan diri untuk mandi di Candi pertirtaan Promasan ini, konon dengan mandi di tempat ini akan membuat kita awet muda.

MENUJU PUNCAK GN.UNGARAN

Dari dusun Promasan pendakian dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di tengah-tengah perkebunan teh.

Di ujung perkebunan teh kita akan menemui hutan yang tidak begitu lebat dengan lamtoro gunung dan cemara menghiasinya. Selanjutnya kita akan menemukan pertemuan jalur, ambillah jalur lurus karena jalur kiri merupakan jalur dari pertigaan. Apabila kita tidak turun ke Desa Promasan tetapi langsung kepuncak dari pertigaan, ketika menemui percabangan ini ambillah jalur kekiri. Jarak tempuh normal dari pertigaan dan desa promasan menuju puncak adalah 2 jam dengan medan yang berat, penuh batu-batu, dan tak jarang kita harus memanjat batu-batu yang tingginya 1 meteran.

Setengah perjalanan atau sekitar 1 jam berjalan, kita akan menemui tebing-tebing batu yang berketinggian sekitar 20 meter dan dihiasi oleh padang sabana dengan pepohonan yang jarang. Daerah ini di siang hari sangat panas dan berangin kencang karena tidak adanya pohon-pohon pelindung yang tumbuh, kebanyakan hanya alang-alang yang dapat kita temui di sini hingga puncak.

Disarankan agar mendaki ke puncak saat malam atau pagi-pagi sekali, selain untuk menghemat air minum juga agar terhindar dari terik matahari yang dapat membakar kulit. Jalur disini menuntut kewaspadaan yang tinggi, karena kita melewati punggungan yang terjal berbatu besar serta licin. Kita menempuh jalan setapak yang mengitari tebing-tebing.

Apabila anda sudah mencapai hutan kecil yang diapit oleh 2 punggungan berarti puncak gunung Ungaran sudah dekat. Di atas hutan kita dapat menemui tebing terjal, jalan setapak dengan menyusuri bagian tengah tebing menuju arah kiri kemudian berbelok ke kanan dan akhirnya sampailah ke puncak Ungaran yang berketinggian 2050 m dpl dan dihiasi oleh sebuah tugu yang dibangun oleh batalyon militer dari Semarang. Dari puncak Gn. Ungaran kita dapat melihat Gn. Sumbing, Gn. Sundoro di sebelah barat daya.

TURUN KE CANDI GEDONG SONGO

Menuruni Gunung Ungaran melewati jalur Candi Gedong Songo menjadi pilihan yang menarik. Dengan melintasi kawasan hutan yang cukup lebat serta jalan yang licin bila turun hujan, pendaki dituntut untuk tetap waspada karena banyak jalur percabangan yang akan membawa pendaki ke jurang atau ke jalur pendakian lainnya.Jalur yang panjang dan agak landai sering kali juga harus menuruni tanjakan-tanjakan yang sangat terjal memberikan nuansa yang berbeda dalam pendakian ke gunung Ungaran.

Mendaki dan menuruni gunung ungaran bila dilakukan di siang hari ada keunikan tersendiri, kita dapat menikmati suasana hutan yang cukup lebat dengan dihiasi tebing-tebing curam puncak-puncak gunung Ungaran. Terutama ketika kita berada di lembah yang di apit oleh dua puncak.

Setelah berjalan sekitar 3 jam melintasi track yang berselang-seling anatara landai dan terjal di tengah hutan yang cukup lebat, jalur menjadi terbuka melintasi padang rumput. Di siang hari terasa sangat panas dan di musim kemarau banyak debu sehingga harus menjaga jarak dengan pendaki di depannya karena debu yang dibuat oleh langkah kaki pendaki di depannya. Meskipun demikian kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah ke arah gunung Merbabu dan Rawa Pening di sepanjang perjalanan.

Sedangkan di sebelah tenggara, kita melihat Gn. Telomoyo, Gn. Merbabu, dan Gn. Merapi yang sejajar dengan Gn. Ungaran membentuk satu garis kelurusan vulkanik Ungaran - Telomoyo - Merbabu - Merapi . Kelurusan vulkanik Ungaran-Merapi tersebut merupakan sesar mendatar yang berbentuk konkaf hingga sampai ke barat, dan berangsur-angsur berkembang kegiatan vulkanisnya sepanjang sesar mendatar dari arah utara ke selatan. Dapat diurut dari utara yaitu Ungaran Tua berumur Pleistosen dan berakhir di selatan yaitu di Gunung Merapi yang sangat aktif hingga saat ini.


This mountain can be climbed from Jimbaran - Ungaran. Using the Tawang Jaya train from station to station Poncol Senen Jakarta - Semarang. From this Poncol station we took the bus to the terminal Terboyo city, followed by a small bus Bandungan.

Hiking from Jimbaran Market, walk up the street, until Mawar.

Ungaran Mountain is located in the south - southwest of Semarang city with a distance of about 40 km, precisely located in Hyderabad district. Mount Ungaran including strato type volcano eruptions.The mountain is composed of three mountains namely Mt. Gendol, Gn.Botak, and Mt. Ungaran.

The highest peak Mt. Ungaran has a height of 2050 masl. To reach the summit of Mount Ungaran This takes about 5 hours from Songo temple building, or about 8 hours of Jimbaran.The mountain is very special that is the heat of the earth on the south side and north side of the mountain, also in the mountains to the east.

The highest heat was in Gedongsongo with the steam heat and the pool temperature 86 ° C are also hot springs. North of Mt. Ungaran there are several hot springs with temperatures ranging from 48 ° C and 53 ° C. The hot water contained in the east of the mountains have warm temperatures ranging from 42 ° C.Heat generated in the vicinity of this Gedungsongo associated with the youngest volcanic activity that occurred in gn.Ungaran, ie, since the flow of lava in the crater andesive in the north. There is no historical record of eruptions gn.Ungaran. Several times the activity of the eruption had occurred in the middle of the mountain near the summit of gn. Ungaran, thus forming a volcano.The youngest phase of volcanic activity is a composition of basalt and andesite pile circular with diameters of 19 km which cut older volcanic and sedimentary Ungaran third.

Two generations of Andesite dome has been formed since the fourth layer around the rim fault and the sides of the mountain.

 

Di lereng Utara terdapat hamparan perkebunan Teh. Hutan di sekitar puncak dan di sisi barat gunung Ungaran masih lebat. Sisi selatan banyak ditumbuhi pohon cemara.

Untuk sampai ke lokasi Pasar Jimbaran sangat mudah. dari kota Ambarawa hanya berjarak sekitar 15 Km yaitu ke arah barat melewati obyek wisata Bandungan, kemudian dilanjutkan dengan ojek atau bus kecil ke pasar Jimbaran.

Dari terminal Semarang naik bus kecil jurusan Bandungan turun di pasar Jimbaran.

Dari Yogyakarta naik bus jur. Semarang turun di kota Ambarawa. Disambung dengan naik angkot ke Bandungan, dilanjutkan dengan ojek atau bus kecil ke pasar Jimbaran.

  • Gua Jepang
  • Candi Promasan
  • Candi Gedong Songo
  • Bandungan
  • Musium Kereta Api
  • Rawa Pening
  • Kereta Api bergerigi
  • Candi Promasan
  • Candi Gedong Songo
  • Limbangan
  • Gunung Watu
  • Petilasan Ki Ageng Suryomentaraman

Terdapat Gua Jepang di tengah-tengah perkebunan teh. Gua ini dibangun pada masa pendudukan Jepang dan merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika Perang Dunia ke II. Gua Jepang berupa lorong panjang sekitar 150 meter. Terdapat ruangan-ruangan di sisi kiri dan kanan lorong. Gua ini memiliki 3 buah pintu masuk yang juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk memasuki gua harus menggunakan lampu senter, dan bila hujan air bisa masuk gua sehingga menjadi licin.

Gua yang banyak menyimpan misteri ini memberikan pengalaman menyeramkan diantara pendaki. Menurut Wahyu seorang pendaki cewek yang berasal dari Kendal, dia sering melihat tentara Jepang berbaris di sekitar gua ini. Selain itu dia juga sering mendengar suara orang yang disiksa di bilik-bilik ruangan di dalam gua. Seringkali baru berdiri di depan pintu masuk gua, pendaki sudah merasakan merinding.

Selain Gua Jepang tempat menarik lainnya berupa Candi Promasan yang berupa kamar mandi umum terbuka yang berhiaskan patung-patung sederhana. Di tengah guyuran hujan lebat dan dinginnya kabut tebal di malam hari Mbah Steve menyempatkan diri untuk mandi di Candi pertirtaan Promasan ini, konon dengan mandi di tempat ini akan membuat kita awet muda.


View Larger Map


Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU