MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

 

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.432 mdpl. Pada masa penjelajahan dunia yang pertama Sir Frances Drake, seorang pelaut Inggris pada tahun 1580, ketika itu melihat Gunung Slamet dan segera mengarahkan perahunya dan berlabuh di Cilacap.

Gn. Slamet dapat didaki melalu 3 jalur, lewat jalur sebelah Barat Kaliwadas, lewat jalur sebelah selatan Batu Raden dan lewat jalur sebelah timur Bambangan. Dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah lewat Bambangan, selain pemandangannya indah juga banyaknya kera liar yang dapat ditemui dalam perjalanan menuju ke puncak slamet.

JALUR BAMBANGAN

Jalur Bambangan adalah jalur yang sangat populer dan merupakan jalur yang paling sering didaki. Route Bambangan merupakan route terpendek dibandingkan route Batu Raden dan Kali Wadas.

Dari kota Purwokerto naik bus ke tujuan Purbalingga dan dilanjutkan dengan bus dengan tujuan Bobot sari turun di Serayu. Perjalanan disambung menggunakan mobil bak angkutan pedesaan menuju desa Bambangan, desa terakhir di kaki gunung Slamet.

Di dusun yang berketinggian 1279 mdpi ini para pendaki dapat memeriksa kembali perlengkapannya dan mengurus segala administrasi pendakian. Selepas dari jalan aspal perkampungan belok ke kanan, Pendaki akan menyeberangi sungai dengan cara melompat dari satu batu ke batu yang lain, bila sedang musim hujan aliran air deras akan menutupi batu-batuan ini. Selanjutnya akan melewati ladang penduduk selama 1 jam menuju pos Payung dengan keadaan medan yang terjal.

Pos Payung merupakan pos pendakian yang menyerupai payung raksasa dan masih berada di tengah-tengah perkebunan penduduk. Selepas pos Payung pendakian dilanjutkan menuju pondok Walang dengan jalur yang sangat licin dan terjal di tengah-tengah lingkungan hutan hujan tropis, selama kurang lebih2 jam. Selepas pondok Walang, medan masih seperti sebelumnya, jalur masih tetap menanjak di tengah panorama hutan yang sangat lebat dan indah, selama kira-kira 2 jam menuju Pondok Cemara.

Sebagaimana namanya, pondok Cemara dikelilingi oleh pohon cemara yang diselimuti oleh lumut. Selepas pondok Cemara pendakian dilanjutkan menuju pos Samaranthu. Selama kira-kira 2 jam dengan jalur yang tetap menanjak dan hutan yang lebat. Samaranthu merupakan pos ke 4. Kira-kira 15 menit dari pos ini terdapat mata air bersih yang berupa sungai kecil. Selepas Samaranthu, medan mulai terbuka dengan vegetasi padang rumput.

Pendaki akan melewati Sanghiang Rangkah yang merupakan semak-semak yang asri dengan Edelweiss di sekelilingnya, dan sesekali mendapati Buah Arbei di tengah-tengah pohon yang menghalangi lintasan pegunungan. Pendaki juga akan melewati Sanghiang Jampang yang sangat indah untuk melihat terbitnya matahari.

Kira-kira 30 menit kemudian pendaki akan tiba di Plawangan. Plawangan (lawang = pintu) merupakan pintu menuju puncak Slamet. Dari tempat ini pendaki akan dapat menikmati panorama alam yang membentang luas di arah timur.

Selepas Plawangan lintasan semakin menarik sekaligus menantang, selain pasir dan bebatuan sedimentasi lahar yang mudah longsor pada sepanjang lintasan, di kanan kiri terdapat jurang dan tidak ada satu pohon pun yang dapat digunakan sebagai pegangan.

Di daerah ini sering terjadi badai gunung, oleh karena itu pendaki disarankan untuk mendaki di pagi hari. Kebanyakan pendaki meninggalkan barang-barang mereka di bawah, untuk memperingan beban. Dari Plawangan sampai di puncak dibutuhkan waktu 30- 60 menit. Dari sini pendaki dapat melihat puncak Slamet yang begitu besar dan hamparan kaldera yang sangat luas dan menakjubkan, yang biasa disebut dengan Segoro Wedi. Apabila kita ingin turun menuju jalur lain, misalnya Guci, pendaki harus melewati kompleks kawah untuk memilih jalur yang diinginkan.

JALUR KALIWADAS

Kaliwadas merupakan sebuah dusun yang berketinggian 1850 mdpi dan masuk wilayah Desa Dawehan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, atau tepatnya berada pada barat daya lereng Gunung Slamet. Untuk menuju Kaliwadas dapat ditempuh dari kota Bumiayu menuju Pangasinan dengan menggunakan Angkutan Pedesaan jenis Colt yang memakan waktu 2 jam. Setiba di Pasar Pangasinan, perjalanan dilanjutkan menuju Kaliwadas dengan menggunakan Jeep Hardtop atau menggunakan angkutan umum jenis kendaraan terbuka yang beroperasi hingga pukul 18.00.

Pendaki dapat menyiapkan segala perbekalan dan perizinan dari Kaliwadas ini. Kira - kira 300 m selepas jalan desa, pendaki diarahkan menuju jalan setapak. Satu jam kemudian pendaki akan melewati Tuk Suci yang oleh penduduk setempat diartikan sebagai mata air suci. Di Tuk Suci ini terdapat aliran air yang dibendung, yang berfungsi sebagai pengairan desa di bawahnya. Selepas Tuk Suci, medan mulai menanjak menembus lorong-lorong tumbuhan Bambu yang berukuran kecil. Penduduk sekitar menyebutnya Pringgodani. Enam puluh menit kemudian pendaki akan tiba di pondok Growong.

Pondok Growong merupakan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Di sekitar area ini banyak ditemukan pohon besar yang di bawahnya terdapat lubang berukuran cukup besar. Selepas pondok Growong lintasan relatif datar sampai pada sebuah jembatan kecil yang bemama taman Wlingi, yang berada di ketinggian 1953 mdpl. Di daerah ini terdapat persimpangan, lintasan yang lurus dan lebar menuju ke Sumur Penganten. Berjarak 500 m dari area terdapat sumber air, yang juga merupakan sebuah tempat keramat di mana banyak peziarah yang datang untuk meminta berkah.

Jalur ke kiri merupakan lintasan yang menuju ke puncak. Keadaan lintasan semakin menanjak. Di sepanjang lintasan mulai banyak dijumpai pohon tumbang dan pohon penyengat. Lintasan kadang tertutup oleh semak belukar sehingga pendaki harus waspada agar tidak tersesat. Lintasan mulai kembali melebar ketika pendaki melewati persimpangan Igir Manis yang berada di ketinggian 2600 mdpl. Di sekitar area ini akan didapati tetumbuhan Adelweiss dan tetumbuhan Arbei. Setelah itu pendaki akan sampai di Igir Tjowek yang berada di ketinggian 2750 mdpl. Daerah ini masuk kawasan Gunung Malang. Di sini terjadi pertemuan jalaur ini dengan jalur Baturaden. Beberapa meter kemudian barulah pendaki tiba di Plawangan.

Plawangan merupakan sebuah tanah yang cukup datar di daerah terbuka, sekaligus merupakan batas vegetasi. Untuk menuju puncak dibutuhkan waktu kira-kira 2 jam. Pendaki dapat berangkat pagi agar dapat menikmati keadaan puncak dan sekitamya dalam keadaan cuaca cerah. Selepas Plawangan lintasan semakin tajam hingga mencapai sudut pendakian 60. Selanjutnya keadaan lintasan semakfn parah dengan medan bebatuan vulkanik yang mudah longsor. Bau belerang terasa menyengat dari kawah ketika pendaki tiba di puncak bayangan. Setiba di daerah ini, pendaki tinggal melipir pada gigir kawah menuju arah timur.

Setelah melewati Tugu Surono yang berupa tumpukan batu, pendaki akan sampai di puncak tertinggi Gunung Slamet yang ditandai dengan patok triangulasi dan tower. Dulu tempat ini juga digunakan sebagai pemantauan aktivitas gunung api ini. Di puncak tertinggi kedua se-Jawa ini pendaki dapat menyaksikan pemandangan pada arah timur. Tampak beberapa puncak seperti Gunung Sumbing, Sundoro, Merbabu, Merapi, dan puncak Ciremai di arah barat. Semuanya berdiri kokoh sekan-akan menjadi pasak bumi Pulau Jawa.

JALUR BATU RADEN

Dari kota Purwokerto menuju tempat wisata Batu Raden menempuh jarak 15 km arah utara dan dapat ditempuh selama 30 menit dengan menggunakan Angkutan umum. Batu Raden yang merupakan daerah wisata yang terkenal dengan Pancuran Telu dan Pitu ini berada di ketinggian 760 mdpl. Pancuran tersebut merupakan aliran mata air panas yang mengandung belerang. Jalur ini merupakan jalur tersulit dan jarang dilalui pendaki. Terbentang di sebelah selatan kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 m di atas permukaan laut. Baturraden terletak hanya 14 km dari Kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Di tempat wisata ini Anda dapat menikmati pemandangan indah & udara pegunungan yang segar dengan suhu 18 Celcius 25 Celcius. Sedangkan Gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 m, merupakan gunung berapi terbesar dan gunung tertinggi ke-2 di Jawa.

Jika cuacanya bagus, Kota Purwokerto dapat terlihat dari Baturraden, begitu juga dengan Cilacap dan Nusa Kambangan. Ketika kita melihat gunung Slamet, kita dapat melihat lereng gunung Slamet yang ditutupi oleh hutan Heterogen. Taman Rekreasi di Baturraden menyajikan alam pegunungan & lembah sunyi yang dihiasi air terjun serta sumber air panas Belerang dan Pancuran. Di tempat ini juga dapat dinikmati berbagai mainan anak, menara pandang, Taman Botani, Kolam Renang. Tempat pemandian air panas, Kintamani, kolam luncur, sepeda air, kereta gantung, & kebun binatang Widya Mandala.

Selepas pal Taman Wisata Batu Raden, lintasan berbelok ke kanan dan menurun. Dalam perjalanan menuju pos I banyak ditemui cabang lintasan, yang merupakan jalan tikus yang banyak dibuat oleh penduduk setempat. Di tengah perjalanan pendaki akan melewati sebuah sungai. Setelah itu lintasan kembali datar dengan sajian jurang yang menganga pada sisi kanan lintasan. Untuk sampai di pos I dibutuhkan waktu selama 3 jam.

Selepas pos I lintasan mulai menanjak dengan sajian hutan yang rimbun dan asri, selama 2 jam. Untuk sampai di pos III dibutuhkan waktu selama 3 jam dengan lintasan yang tidak begitu menanjak. Vegetasi di pos III masih dalam kungkungan hutan hujan Tropis. Selepas itu pendaki akan melipir pada sebuah punggungan tipis yang berada di ketinggian 1664 mdpl. Daerah tersebut bemama Igir Leiangar. Selepas pos IV, tepatnya di puncak Gunung Malang, akan ditemui persimpangan dengan jalur Kaliwadas. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Plawangan, lalu berbelok ke kanan menuju puncak Slamet.

GUCI HOT WATER SPRING

It is about 19 kilometres away from Tegal southward. Guci is a mountain resort at the height of 1,050 metres above sea level with the temperature ranging from 12.8_ to 21.9_. The main point of interest is the hot water spring. You can take a bath in either indoor and outdoor bathing place or the swimming pool. The water contains chemical compound such as zinc, sulphure, iodine. Therefore, it can cure various kinds of skin deceases. The Guci Hot Water Spring is also provided with facilities to meet the tourists requirement such as hotel, restaurants, conference room, children play ground, camping site, parking lot, etc. Rembul Village Bojong Tegal Regency. Just as natural and outdoor Spa, you may enjoy the lukewarm and spring water and the sound of singing bird to get rid your tentions.

Mt. Slamet is the second highest mountain in Java (3.432 meter above sea level). There are three routes leading to the mountain; one from west side of the mountain, one from Batu Raden and another from Bambangan, out of which is the shortest route to the mountain.

When Sir Frances Drake an explorer and an English naturalist in 1600s, from Indian Ocean he saw the peak of mount Slamet, and he landed his ship in Cilacap a small town beach near mount Slamet in Central Java.

Mount Slamet or Gunung Slamet is an active stratovolcano in Central Java, Indonesia. It has a cluster of around three dozens of cinder cones on the lower southeast-northeast flanks and a single cinder cone on the western flank.

The volcano is composed by two overlapping edifices. Four craters are found at the summit. Historical eruptions have been recorded since the eighteenth century.

To go to Bambangan, we should ride bus from Purwokerto to Purbalingga and from Purbalingga to Bobotsari. From Bobotsari we can travel trough villages surrounded by many trees to Penjangan village by truck. This is the last village that allows cars and vehicles to pass trough. It takes about another 1 hour trekking to Bambangan from Penjangan villages. There is an Information Center, were mountaineers can get information. We may take a rest in this place, too. We can hire a guide in Bambangan.

From Base camp Bambangan we start to hike up hill, after 15 minutes walk we must across a small river without bridge, so sometimes it is dangerous went the hard rain fall on the mountain, can make flood. After crossing a river, we will enter some vegetables fields, the path is sandy and open area, it is very hot in the day light.

after 1-2 hours walking, we enter pine woodlands and a beautiful tropical forest on the uphill; Before reaching Samalantu (2, 900 masl), we will find bench for rest and old dilapidated hut, where the mountaineers usually take a rest or an overnight stay.

Climbing for about an hour, we will reach Sampiyan Jampang that is border of the forest where we can take a look at the sunrise. This place is large enough to make some tends, waiting for sunrise make a rest.

To reach to the peak, we must climb for about 1 hour. Some big stone can roll from above and become dangerous for the climbers. We must climb carefully, make sure to step on the stable stone, unstable stone can roll down.

From the peak, we can enjoy exotic panorama towards a broad lava plain and active crater as well. A huge explosion happened in this crater on July 13, 1988.

SOME NICE PLACE AROUND MOUNT SLAMET :

1. Batu Raden there are waterfalls and hot spring. 2. Guci there are waterfalls and hot spring. 3. Cilacap beach 4. Nusakambangan Island an Nature Reservat 5. Dieng High Land Temples Complex Colored Lake

Purwokerto is a city on the island of Java in Indonesia. It is the capital of Banyumas Regency, Central Java region. The estimated population of the city in 2005 was 749,705.

Purwokerto's central public square (Indonesian: alun-alun) has six banyan trees: a tree at each corner, and two in the center. The Purwokertonians often spend their free time in the square, and it is a common place for children to play. Vendors in the square sell children's toys and local foods. To one side is the regional government building, Kabupaten. Just east of the Alun-alun is the old cemetery on Ragasemangsang Road. Waterfall at Baturaden Hot Spring Mineral Deposits in Baturaden

One tourist destination near Purwokerto is Baturaden, located 15 km north of the city. Baturaden is classical highland country at the foot of Gunung Slamet volcano. Baturaden is a popular site for local tourism, with a children's playground, hot springs, trekking and camping. There are two natural hot springs in Baturaden, Pancuran Telu and Pancuran Pitu. The campground is called Wana Wisata and Baturraden Adventure Forest. There are also some hotels, villas and budget hotels available in Baturaden.

Cilacap (also spelt: Chilachap, old spelling: Tjilatjap) is a regency (Indonesian: kabupaten) in the southwestern part of Central Java province in Indonesia. Its capital is Cilacap, which is an municipality (town) in its own right. Cilacap's power plant provides 600 megawatts of electricity.

Cilacap is also a sea port on the southern coast of the island of Java. The port is one of only a few that exist on the southern coast that can service shipping of reasonable tonnage. The nearest safe anchorage east is Pacitan. The city's harbor is protected by Nusa Kambangan, an island best known as the site of several high-security correctional facilities. The island sheltered Cilacap from the worst of the 2004 tsunami. Nevertheless, the disaster took 147 lives, devastated beaches, damaged 435 fishing boats and inflicted material losses amounting to about 86 billion rupiah.

During World War II Cilacap was an important departure point for people fleeing the Japanese invasion, especially Dutch colonists. Many left the Dutch East Indies by boat or seaplane, the majority heading for Broome in Western Australia.

The port is a hub for national or international trade. The city's Tunggul Wulung Airport has scheduled flights to Jakarta.

Cilacap is the site of many industrial plants, a geothermal power plant, a cement plant (Holcim Indonesia), and one of Pertamina (Indonesia's national petroleum company) processing units in Indonesia. The site has the largest production capacity, producing the most diverse kinds of products among other Pertamina units.

The city of Cilacap offers several tourist attractions highlighting Banyumasan culture. The town has a number of beaches, two of the most popular being Teluk Penyu (close to the center of town) and Widara Payung. Nearby the Teluk Penyu beach is also an ancient Dutch fortress called Benteng Pendem.This fortress was built in stage 1861-1879 by Dutch East Indies Army.

Cilacap has a population of 1,174,964. The language used in Cilacap is Javanese Language, but most people can speak Indonesian. The dialect used is Banyumasan.

There are schools of all levels in Cilacap and several higher-learning institutions, but no university. There are several academies such as Akademi Maritim Nusantara (National Maritime Academy). A polytechnic, called Politeknik Cilacap, was established in 2008 and offers education in Engineering, Electronics and Informatics.

Banyumas or "Banjoemas" is a regency (Indonesian: kabupaten) in the southwestern part of Central Java province in Indonesia. Its capital is Purwokerto.

The term Banyumasan is also used as an adjective referring to the culture, language and peoples of larger Banyumas area. The language of Banyumasan are of Austronesian origin, and is usually considered to be a dialect of Javanese.

Guci is located at the foot of Mount Slamet the north with an altitude of approximately 1050 meters. From the city Slawi 30 km away from the town of Tegal, while the travel distance of about 40 km to the south. This tourism object precisely in the village district urn Bumijawa of the most southern district in Tegal regency.

There are about 10 waterfalls located in Guci. In the top 13 public bath shower, there are waterfalls with cold water waterfall named a firearm. So named because once the water around the 15-meter-high waterfall that was owned by a village chief called Lurah firearm. To get around in some tourist attraction can be done by renting a horse with rental rates are relatively cheap.

The facilities available include lodging (up to class five-star jasmine), forest tourism (ecotourism), heated swimming pool, tennis court, soccer field, and the campsite.

This place is crowded visited by tourists because of the guaranteed pemandiannya seger banget. Water is released in the spring is warm water, although containing sulfur but not foul-smelling and colorful.

In the vicinity of the baths have hotels Vases Garden Hotel and some Villa which can be rented with a fairly complete facilities. The price is relatively not too expensive, the standard for rental villa units.

Tourism in Purbalingga is located about 27 miles north of Purbalingga, east of Mount Slamet, precisely in the village district Siwarak Karangreja. Lawa Cave is also one of the mainstay tourism Purbalingga, which many other Owabong visit. Especially during the school holidays and vacations Lebaran. As a place of recreation Lawa Cave is very suitable for the refressing because air is cool and clean with a beautiful panorama, because it is located on the slopes of Mount Slamet in altitude 900 m above sea surface.

Lawa Cave is also equipped with several means: Lokarta Park, Kenanga Park, Stage Happy and Mosque, and a large parking area.

Unlike the usual cave in Indonesia that is usually located on hill slopes and limestone rocks that will arise Stalactite and stalagmites, cave has a feature that is formed from lava cooling process, so that rocks hard and strong without a Stalactite and stalagmites. In order to see up close the beauty of Goa Lawa, we have ground down the hole and down the hallway, aisle.

Baturraden is a tourist destination in Banyumas regency, Central Java, Indonesia. Baturraden located in the northern town of Purwokerto just south slope of Mount Slamet. With height 640 m above sea level. Air temperature ranges between 18 - 25 degrees Celsius with humidity from 70 to 80 mm Hg. Baturraden air in this very cool, and the scenery was very beautiful and natural. From the town of Purwokerto, the road to this Baturraden only about 14 km to the north, and can be reached by public transportation.

Baturraden also a tourist area visited by many local tourists, as well as foreign tourists, especially on Sundays and national holidays. The condition was causing a lot of hotels, villas and houses to stop here.

 

Di lereng Selatan Gn.Salmet yang masih berhutan lebat masih terdapat Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica).

Dari kota Purwokerto naik bus ke tujuan Purbalingga dan dilanjutkan dengan bus dengan tujuan Bobot sari turun di Serayu. Perjalanan disambung menggunakan mobil bak angkutan pedesaan menuju desa Bambangan
  • Baturaden
  • Guci
  • Gua Petruk
 


Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU