NATURE WATER MOUNTAIN VOLCANO CAMP HIKE COMPUTER
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) berada di tengah Jawa bagian barat. Wilayah tersebut terletak di dalam 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Lebak. TNGH mempunyai wilayah seluas 40.000 ha dengan ketinggian pada 500-1929 meter di atas permukaan laut.

Sebagian besar hutan di TNGH berada pada ketinggian 1000-1400 m di atas permukaan laut. Jadi sebagian hutannyatipe sub-montane yang didominasi oleh pohon-pohon raksasa jenis rasamala (Altingia excelsa), puspa (Schima walichii) dan jati (Lithocarpus spp.). Puncak Gunung Halimun sendiri berada pada ketinggian 1.929 m di atas permukaan laut, sehingga selalu ditutupi oleh halimun (kabut, bahasa Sunda). Beberapa puncaknya yaitu Gn. Halimun Utara, Gn. Kendeng, Gunung Botol, Gn. Sangga Buana, Gn. Andam, dan Gn. Halimun Selatan.

Taman Nasional Gunung Halimun diresmikan sebagai sebuah taman nasional pada tahun 1992. Taman Nasional ini adalah yang terbaik dan satu-satunya yang mempunyai hutan lengkap di Pulau Jawa. Hewan-hewan langka yang dapat dilihat di TNGH adalah owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), macan tutul (Panthera pardus), dan elang jawa (Spizaelus barteisi).


TNGH dapat dikunjungi oleh umum dengan meminta izin terlebih dahulu kepada: Balai Taman Nasional Gunung Halimun JIn. Raya Cipanas-Kecamatan Kabandungan Sukabumi Telepon : 266-621256 Fax : 266-621257 Surat : Kotak Pos 2, Parung Kuda Sukabumi 43157. Setelah kontak diperoleh pengunjung dapat meminta keterangan secara lengkap dari Balai TNGH mengenai: Tarif masuk, peraturan yang harus ditaati, barang-barang yang harus dibawa dan yang dilarang untuk dibawa, jalan masuk, fasilitas dll.

Untuk menuju Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH) dapat di tempuh dari tiga pintu masuk yakni dari sebelah utara Leuwijamang, dari sebelah timur Pangguyangan, atau dari Kabandungan dimana terdapat kantor pusat TNGH. Terdapat akomodasi berupa wisma tamu yang memang disediakan untuk pengunjung yang ingin berwisata ke taman nasional. Di samping itu ketiga pintu masuk tersebut dapat diakses mobil.

Dari Jakarta menuju arah Sukabumi turun di Parungkuda yang terletak tiga kilometer sebelum Cibadak, Sukabumi. Di sini terpampang papan petunjuk Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH). Dari Parungkuda dilanjutkan ke Kabandungan, sejauh 30 kilometer, melalui jalan aspal mulus. Sepanjang perjalanan terdapat perkebunan kelapa, perkebunan teh, perkebunan rakyat, dan perkampungan. Dari terminal Parung Kuda terdapat kendaraan umum yang menuju Cipeuteuy. Setelah itu pengunjung harus menggunakan ojek sampai ke Cikaniki atau Citalahab.

Kabandungan ialah desa di mana kantor pusat TNGH berada, sekaligus merupakan salah satu pintu masuk ke taman nasional ini. Di kantor taman nasional ini kita dapat mengurus keperluan administrasi seperti tiket masuk dan sebagainya (bagi yang sudah melakukan reservasi, konfirmasikan kedatangan Anda). Namun, yang sangat penting adalah mendapatkan informasi yang sangat lengkap. Di kantor pusat Kabandungan, kita dapat melihat foto obyek yang ada di seluruh bagian taman nasional, maket tiga dimensi, dan juga video.

Perjalanan dimulai menuju Cikaniki sejauh 18 kilometer ditempuh dengan mobil selama lebih kurang dua jam. Jalan aspal hanya sampai Cipeuteuy, karena seterusnya pengunjung harus harus melewati jaln berbatu. Pengunjung umum biasanya meneruskan perjalanan ke Citalahab yang tidak terlalu jauh dari Cikaniki. Di Citalahab tersedia "guest house" yang bisa digunakan oleh pengunjung, terdapat juga bumi perkemahan.

Cikaniki (950 meter dpl) adalah sebuah stasiun penelitian dan di tempat ini juga terdapat wisma tamu. Lokasinya di tengah hutan, namun dilengkapi fasilitas modern. Diawali dengan persawahan, jalan kemudian mendaki sedikit dan masuk hutan. Suasana berganti menjadi teduh, hijau, dan sejuk. Di dalam hutan ini kita melalui sebuah kawasan habitat owa jawa (Hylobates moloch), yaitu sejenis kera berwarna abu-abu yang sudah cukup langka saat ini. Dalam perjalanan ini kita akan menjumpai beberapa sungai kecil yang jernih airnya.

Wisma tamu Cikaniki sendiri merupakan bangunan yang memiliki empat kamar tidur, satu dapur, serta kamar mandi. Di wisma ini juga disediakan sebuah ruang makan. Anda harus membawa bahan makanan sendiri. Untuk memasaknya bisa dimintakan kepada tukang masak yang ada. Adapun gas, peralatan masak dan peralatan makan sudah disediakan.

Selanjutnya kita dapat menengok Sungai Cikaniki yang indahnya luar biasa. Sungai kecil dengan air sangat jernih dan bebatuan alam. Keasliannya sangat terjaga. Nyaris tidak ada tanda-tanda sentuhan manusia. Kemudian kita dapat mengunjungi Curug Macan (dahulu merupakan salah satu habitat macan tutul Panthera pardus). Sebuah air terjun kecil yang juga sangat indah. Airnya berasal dari sebuah sungai yang berada di atas Sungai Cikaniki. Lokasi air terjun ini hanya sekitar 300 meter dari wisma tamu. TNGH memang terkenal menyimpan beragam air terjun yang indah. Beberapa yang lain di antaranya Air Terjun Piit, Walet, Cikudapaeh, Cihanjawar, Ciberang, dan Citangkolo.

Kegiatan lain adalah canopy walk, yaitu berjalan di sebuah jalan atau jembatan yang melintas dari satu pohon ke pohon lainnya dengan ketinggian 30 meter dari permukaan tanah. Jalan ini terikat kawat baja ke batang-batang pohon besar yang telah berusia ratusan tahun. Jembatan ini agak berayun sedikit pada waktu kita berjalan. Cukup mendebarkan juga, tetapi tetap mengasyikkan. Dengan berada di atas kanopi, kita dapat menikmati pemandangan dengan perspektif berbeda. Mungkin sama dengan aneka satwa yang hidup di atas pohon. Canopy walk ini juga melintas di atas Sungai Cikaniki.

Kegiatan menarik lainnya adalah berjalan masuk hutan. Untuk itu telah dibuat sebuah jalan setapak yang disebut loop trail, yang panjangnya 3,8 kilometer dan dilengkapi papan petunjuk serta shelter. Sepanjang loop trail ini, pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang masih asli dengan beraneka makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bila Anda beruntung, Anda bisa bertemu dengan owa jawa, kera berbulu abu-abu.

Selanjutnya kita dapat pergi ke Kebun Teh Nirmala. Jaraknya hanya sekitar 500 meter dari wisma tamu. Di sini kita dapat menikmati pemandangan luas berupa hamparan hijaunya perkebunan teh serta gunung yang berada di taman nasional ini. Di samping pemandangan yang indah, Kebun Teh Nirmala ini juga baik untuk pengamatan elang jawa. Burung ini sudah cukup langka, namun masih relatif mudah dijumpai di TNGH. Terdapat sejenis jamur yang berpendar pada malam hari, seperti lampu hias. Sungguh indah dan luar biasa.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Gunung Botol. Dari Cikaniki atau dari Citalahab perjalanan dilanjutkan dengan melalui perkebunan Nirmala hingga di Pasir Banten. Dari Pasir Banten sampai ke Gunung Botol perjalanan harus dilakukan dengan jalan kaki.

Gunung Halimun National Park represents the ecosystem types of lowland rain forest, sub-montane forest, and montane forest. Most of the forest areas of this Park are situated in mountainous terrain with several rivers and waterfalls. The area protects the hydrological function of the regencies of Bogor, Lebak, and Sukabumi.

Among the plants that dominate the forest areas of the Park are rasamala (Altingia excelsa), jamuju (Dacrycarpus imbricatus), and puspa (Schima wallichii). About 75 orchid species grow in the park and several of them are categorized as endangered species, including Bulbophylum binnendykii, B. angustifolium, Cymbidium ensifolium, and Dendrobium macrophyllum.

This Park forms a habitat for several endangered animals like lesser Malay mouse deer (Tragulus javanicus javanicus), Javan gibbon (Hylobates moloch), Javan leaf monkey (Presbytis comata comata), ebony leaf monkey (Trachypithecus auratus auratus), barking deer (Muntiacus muntjak muntjak), panther (Panthera pardus), and Asian wild dog (Cuon alpinus javanicus). There are about 204 species of bird, of which 90 are permanent and 35 are endemic to Java, such as the Javan hawk eagle (Spizaetus bartelsi). Two species of bird, the spotted crocias (Crocias albonotatus) and the red-fronted laughing thrush (Garrulax rufifrons), are threatened with extinction. The Javan hawk eagle, which is identical to Indonesia's national symbol, the Garuda, can be quite easily spotted in the Park.With its wet climate, this Park is the source for several year-round rivers, and it boasts eight beautiful waterfalls which have great potential as tourist or recreation attractions. Cikaniki Canopy Trail

The communities living around the Park form a traditional "Kasepuhan" society (in which the elders must be respected by the village people). They have preserved their unique way of life, utilizing the surrounding forest with great wisdom and care.

With its rich variety of attractions, this Park is an ideal site for both recreation and ecotourism. The silence of the deep forest, broken only by the whoops and cries of birds and animals, offers a magnificent backdrop from which to observe wildlife at close quarters.

This Park is equipped with a canopy trail - a walkway suspended between trees - which offers visitors a glimpse of the activities of birds and other wildlife living in the forest canopy. Colourful wildlife, thundering waterfalls and pristine rivers guarantee an unforgettable experience, particularly for visitors from big cities.

  Duncrraft

M