NATURE WATER MOUNTAIN VOLCANO CAMP HIKE COMPUTER
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Cikuray yang identik dengan sebuah kerucut raksasa adalah salah satu gunung yang terletak di selatan kota Garut Jawa Barat. Gunung yang termasuk dalam kelompok pegunungan muda ini dikategorikan sebagai gunung yang non aktif. Meskipun gunung ini indah, tetapi termasuk jarang didaki dan dijamah dan harus mengakui kepopuleran gunung lainnya seperti Gunung Gede Pangrango ataupun Gunung Ciremay. Untuk mencapai lokasi pendakian, pendaki bisa memulai dari Cilawu, selanjutnya menuju perkebunan Dayeuh Manggung, sebelum memulai pendakian menuju puncak gunung ini. Dari daerah tersebut pendaki dapat menemukan sebuah tower yang cukup tinggi (TVRI) yang nantinya dapat dijadikan arah (pedoman) dalam perjalanan menuju puncak.

Seperti karakteristik dari gunung-gunung lain yang memilikik bentuk seperti ini, mata air mengalir akan sulit ditemukan atau bahkan tidak terdapat sama sekali dalam perjalanan menuju ke puncak gunung, dan mata air yang ada di gunung ini pun hanya ditemukan di bawah (Cilawu atau Dayeuh Manggung). Oleh karena itu para pendaki sebaiknya membawa persediaan air yang cukup.

Untuk mencapai puncak gunung yang tingginya mencapai 2821 meter diatas permukaan laut ini, diperlukan waktu tempuh selama 7 sampai 12 jam untuk waktu normal dan pada waktu tertentu sebaiknya pendaki diasarankan agar beristirahat untuk menjaga kondisi dan tenaga. Karena jalur pendakian yang masih termasuk jarang dijamah orang, maka kita akan disuguhkan sebuah pemandangan hutan asri dan alami, tetapi perlu diingat oleh setiap pendaki bahwa dalam perjalanan selama menuju ke puncak kita akan menemukan beberapa percabangan jalan, karena petunjuk menuju puncak gunung tidak terdapat dengan jelas seperti halnya Gunung Gede yang telah menggunakan tanda panah untuk mencapai ke puncak, maka sebaiknya pemimpin rombongan selalu ekstra hati-hati dalam mengambil jalur pendakian, karena tidak sedikit pendaki yang tersesat karena salah dalam menentukan jalur yang akan dilalui dalam pendakian.

Hutan yang terdapat di gunung ini merupakan salah satu hutan yang sangat sempurna, karena pada beberapa bagian lereng ataupun lembah hampir tidak pernah dijamah oleh manusia, itu terbukti ketika penulis mencoba membuka jalur baru, penulis tidak menemukan bekas-bekas eksploitasi tangan manusia, bahkan pencari kayupun tidak pernah mencapai lokasi tersebut.

Itu terbukti dari tidak adanya jejak yang berupa potongan ranting yang membuka jalan setapak, baik menuju puncak ataupun menuruni puncak. Dan keadaan ini berbeda dengan kebanyakan gunung di Jawa Tengah. Gunung-gunung di Jawa Tengah selain Gunung Slamet (3428 M) telah mengalami eksploitasi besar-besaran sehingga fungsi hutan sebagai penyangga daerah sekitar dan sumber air bersih untuk penduduk menjadi terganggu bahkan di beberapa tempat hampir tidak ditemukan mata air mengalir.

Setiap pendaki pasti akan merasa gembira setelah mencapai puncak, begitu juga dalam pendakian ke puncak Gunung Cikurai ini. Pendaki merasa puas setelah mencapai puncak. Khususnya puncak cikurai, pendaki akan disuguhkan pemandangan yang mungkin berbeda dengan pemandangan di puncak gunung lain, karena kalau kita berdiri di puncak gunung ini yang luasnya kurang lebih sebesar “lapangan sepak bola”, pandangan mata kita akan sangat jelas melihat sekeliling gunung, karena tidak ada pohon ataupun bangunan apapun yang menghalangi pandangan kita. Oleh karena itu sebaiknya pendaki mencapai puncak pada dini hari karena ketika matahari terbit, pemandangannya mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan.

Setelah pendakian puncak selesai, pendaki diberi pilihan untuk jalur penurunan. Pendaki dapat turun menuju Cikajang atau turun melewati jalur awal ketika pendaki memulai pendakian.

Posted by Rendra
Nature Lover who like adventure or make the climb, Mount Cikuray could be an option. Because in every way to the Mount Cikuray we'll see the sights of the forest that are still beautiful and natural. And when it comes to the top climbers will be presented with views that may differ from another mountain top views, because if we stand at the top of this mountain views we will be very clear eye to see around the mountain located in the Garut district because there are no trees or buildings that obstruct the view, and many people are calling the peak of Mount Cikuray with the title city in the clouds because the clouds are below us. We recommend that climbers reach the peak in the early morning because when the sun rises, the landscape may never be forgotten.

Mount Cikuray is one of the highest mountain in West Java province. Mount Cikuray located in Garut district, West Java, Indonesia. Cikuray mountain reaches a height of 2818 above sea level. Some ancient manuscripts say this is the central mountain hermitage monks and writing activities, Padjadjaran kingdom. Written evidence of the Mandala is still stored in a cultural heritage "Ciburuy" at sub-district Cigedug.

To achieve Cikuray can be reached by taking public transportation from Bandung to the terminal or from Tasikmalaya Guntur. From the city terminal we can ride the public transportation number 06 track Garut- Cilawu and get off at the portal of the archipelago tea plantation (PTPN) VIII or Dayeuh Manggung. The journey continues on foot about 10 km to the transmitter several television stations as a starting point for the climb. Or it could use 2 other route which is used (Cikajang & Bayongbong). All three lines offer a very interesting field with the characteristics of each. Bayongbong Line is the most precipitous path, but can be quickly reached the top.

The Garut Regency lies sixty-three kilometers to the southeast of Bandung, 717 meters above sea level. The area of Garut, 3,105,99 square kilometers large in size, lies between the Sumedang Regency in the north, the regency of Bandung and Cianjur in the west, the Indonesian Sea in the South the Tasikmalaya Regency in the east. This cool place can be reached from Bandung in approximately one hour.

Due to the scenic beauty of this there are many places of interest for nature lovers. The northern part of the region is reserved for the development of the city of Garut while the southern region is rich with a beautiful coastline, nature preserves and beautiful scenery. Since the time of the Dutch occupation, this region has been developed as a resting place.

The inhabitants of Garut are mostly Muslems and more than half of the people live on farming. The specific food from this place, which is very famous, is dodol Garut, a sweet food made from sticky rice flour and sugar with various flavorings. This food is offered in different wrappings and can be store for a long time. In the past, Garut was also famous for its high quality oranges.

Garut has a specific cultural attraction, the "Ram Fight". Two strong male Ram, with big, long and strong horns are made to fight against each other in the center of a arena, usually in a field, accompanied by Kendang Pencak music. There are three centers for ram high performances: in the districts of Bayongbong, leles and Samarang. The participants mostly come from the surrounding place. In Garut there are a lot of interesting places to visit, some have been developed, some others are being developed and there are places, which are still left natural.

New Page 1
 
 
 
 
 

 
Toko Buku Online
 
 
New Page 1

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU