MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI
In agriculture, agribusiness is a generic term for the various businesses involved in food production, including farming and contract farming, seed supply, agrichemicals, farm machinery, wholesale and distribution, processing, marketing, and retail sales. The term has two distinctly different connotations depending on context.

Within the agriculture industry, agribusiness is widely used simply as a convenient portmanteau of agriculture and business, referring to the range of activities and disciplines encompassed by modern food production. There are academic degrees in and departments of agribusiness, agribusiness trade associations, agribusiness publications, and so forth, worldwide. Here, the term is only descriptive, and is synonymous in the broadest sense with food industry. The UN's Food and Agriculture Organization, for example, operates a section devoted to Agribusiness Development [1], which seeks to promote food industry growth in the Third World.

Among critics of large-scale, industrialized, vertically integrated food production, the term agribusiness is used negatively, synonymous with corporate farming. As such, it is often contrasted with smaller family-owned farms. Negative connotations are also derived from the negative associations of "business" and "corporations" by critics of capitalism or corporate excess. As concern over global warming intensifies, biofuels derived from food crops quickly emerged as a practical answer to the energy crisis. Adding corn ethanol to gasoline or using palm oil for biodiesel makes the fuel burn more cleanly, stretches oil supplies, and perhaps most attractive to some politicians, provides a nice boost to big agribusiness. In Europe and in the US, increasing biofuels was mandated by law.[1] Rising fuel costs are increasingly adding financial burdens on the day-to-day running of agricultural companies.

Examples of agribusinesses include Monsanto, seed and agrichemical producer; ADM, grain transport and processing; John Deere, farm machinery producer; Ocean Spray, farmer's cooperative; and Purina Farms, agritourism farm.

 

Beratus-ratus juta tahun yang lalu Bumi merupakan tempat yang sangat menakutkan! Gunung - gunung berapi yang ganas berletusan dan mengeluarkan bunyi gemuruh. Langit tertutup oleh abu hitam. Yang ada hanyalah samudra raksasa kelabu dan daratan gundul, berbatu-batu. Di daratan itu tak ada makhluk yang hidup. Di sana tidak terdapat tetumbuhan atau binatang satupun.

Namun di dalam laut hiduplah berjuta-juta makhluk. Makhluk makhluk itu sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Makhluk yang hidup dilaut tersebut mirip gumpalan lendir yang penuh gelembung. Kebanyakan makhluk tadi berwarna hijau. Makhluk-makhluk tersebut sesungguhnya adalah tumbuhan, yakni tumbuhan yang pertama kali hidup di bumi.

Kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa berkat jasa tetumbuhan kecil di lautlah maka ada kehidupan di darat. Agar tetap hidup, tetumbuhan dan binatang harus menghirup gas yang disebut oksigen. Tetumbuhan dan binatang kecil yang menjadi penghuni laut bermilyar-milyar tahun yang silam memperoleh oksigen dari air. Cara tetumbuhan dan binatang itu memperoleh oksigen sama dengan cara ikan dan tetumbuhan laut menghisap udara pada masa sekarang.

Namun para ilmuwan berpendapat bahwa udara bumi pada zaman itu tidak mengandung oksigen. Dengan demikian tak ada satupun tumbuhan atau binatang yang hidup di darat karena tidak ada jalan baginya untuk mendapatkan oksigen itu. Sewaktu membuat makanan sendiri dari cahaya matahari, air dan gas karbon dioksida, tetumbuhan mengeluarkan oksigen. Tetumbuhan kecil yang hidup di laut dahulu kala mengeluarkan gelembung-gelembung kecil oksigen. Gelembung-gelembung itu naik kepermukaan air, lalu pecah. Embusan- embusan kecil oksigen kemudian naik ke udara. Selama berjuta-juta tahun milyaran tetumbuhan kecil memasukkan oksigen ke udara. Akhirnya ada cukup banyak oksigen di udara sehingga tetumbuhan dan binatang dapat hidup didarat.

Para Ilmuwan berpendapat bahwa makhluk pertama yang hidup di darat muncul dari dalam air sekitar 500 juta tahun yang lalu. Pada zaman dahulu laut penuh dengan makhluk hidup. Ada ubur-ubur, bunga karang, cacing dan binatang kecil mirip kepiting yang disebut trilobita. Di samping itu ada tetumbuhan yang tumbuh di perairan dangkal di dekat pantai. Lambat laun, bertahun-tahun kemudian , tetumbuhan tumbuh ke arah pantai dan akhirnya hidup di luar air dengan merayap perlahan-lahan ke darat. Tetumbuhan ini sama sekali tidak mirip tetumbuhan mungkin hanya mirip sekelompok daun pipih atau batang hijau yang gemuk pendek. namun tetumbuhan inilah yang pertama kali hidup didaratan bumi kita.

Beratus-ratus juta tahun yang lalu seluruh daratan hanya merupakan batuan, pasir atau tanah liat yang gundul serta keras sekarang tanah telah menutup hampir seluruh daratan. Dari manakah asalnya tanah itu? tetumbuhan dan cuacalah yang membuat tanah. Makhluk hidup pertama yang menghuni daratan adalah tetumbuhan yang berpindah dari air ke atas batuan basah. Tetumbuhan itu menjulurkan akar-akar kecil ke dalam celah-celah batuan lambat laun berkat bantuan angin dan hujan, akar-akar tersebut memecah batuan dan menghancur leburkannya sehingga menjadi keping-keping halus.

Setelah mati, tetumbuhan tersebut juga ikut hancur luluh. Di atas batuan basah ini menjadi tanah pertama tetumbuhan pertama yang hidup di darat ikut membuat tanah pertama. Di atas tanah pertama inilah tetumbuhan lain dapat mulai hidup dan tumbuh. Dan setiap tumbuhan yang hidup ataupun mati sejak itu ikut membuat lebih banyak tanah. berkat tetumbuhan inilah sekarang hampir seluruh daratan tertutup tanah.

Kira-kira 400 juta tahun yang lalu bentuk tetumbuhan yang hidup di darat wujudnya mirip sekali dengan ular yang punggungnya ditumbuhi tangkai-tangkai. Batang tumbuhan ini mirip akar. dan batang-batang yang panjang bagaikan ular tadi melingkar di atas tanah. bulu-bulu mencapai air. cabang yang bersisik dan tidak ditumbuhi daun atau bunga mucul dari batang-batang tadi. Cabang lebih kurang satu meter tingginya. Dimana saja tidak ada pepohonan, rumput ataupun bunga tumbuh. hanya tumbuhan aneh mirip ular ini sajalah yang tumbuh di tepi danau ataupun kubangan air yang tenang.

Pernahkah engkau melihat suatu pohan yang mirip batang asparagus raksasa? dan pernakah engkau melihat pohon yang batangnya dipenuhi daun-daun dan bukan pepagan atau kulit kayu? Begitulah wujud beberapa pohon yang hidup sekitar 350 juta tahun yang lalu. Pohon pohon itu tumbuh rapat berdekatan ditempat tempat yang berawa dan membentuk hutan pertama di dunia. diantara pepohonan itu tidak ada satupun yang tumbuh sampai 12 meter tingginya. Ukuran itu belum begitu tinggi bagi sebatang pohon pada zaman sekarang pohon berangan pengki dan pepohonan lain biasanya tumbuh sampai lebih dari dua kali tinggi pohon- pohon aneh ini.

Hutan pada masa 300 juta tahun yang lalu, di sebut Zaman Batu bara karena pepohonan dan tetumbuhan yang hidup pada waktu itu berubah menjadi batu bara yang kita gunakan pada zaman sekarang. Tetumbuhan di hutan itu tumbuh, mati dan lalu tumbang. Tetumbuhan yang telah roboh segera tertimbun oleh tetumbuhan lain yang juga mati dan tumbang. Semua tetumbuhan yang mati itu terpampat menjadi padat. Lambat laun selama berjuta-juta tahun tetumbuhan mati tadi berubah menjadi batu bara yang kita bakar untuk menghasilkan panas.

Beberapa di antara pepohonan di hutan hutan batu bara itu mirip pohon Natal. Ada juga yang sama sekali tidak mirip pohon. Wujudnya mirip tetumbuhan raksasa yang aneh. Salah satu diantaranya adalah kerabat zaman purba tumbuhan kecil yang disebut petongan. Petongan ini sekarang tumbuh di dekat danau atau telaga. Petongan zaman sekarang hanya satu meter tingginya, sedangkan petongan di hutan batu bara zaman dahulu sampai 15 meter tingginya.

Pada jaman Dinosaurus 150 juta tahun yang lalu hutan terdiri dari pohon-pohon runjung, pakis haji atau pohon ginkgo. Dan semua tumbuhan ini masih dapat ditemukan di jaman sekarang ini. Runjung-runjungan adalah pohon yang mempunyai runjung, seperti misalnya pohon tusam dan balsam. Pakis haji agak mirip nanas besar yang ditumbuhi lingkaran bulu yang mencuat pada bagian atasnya. Pada jaman dahulu pakis haji banyak terdapat di dunia, tetapi sekarang pohon ini hanya tumbuh di daerah yang beriklim panas saja. Pohon Ginkgo adalah pohon yang tinggi dan runcing. Cabang-cabangnya mirip renda dan penuh dengan daun yang mirip kipas kecil.

Sekitar 50 juta tahun yang lalu banyak tumbuhan yang sudah menyerupai tumbuhan yang ada sekarang. Rumput tumbuh di tanah, banyak pohon dan semak serta bunga. Binatang pun sudah berubah pula. Dinosaurus sudah punah. Binatang yang hidup di masa itu lebih menyerupai binatang sekarang. Tumbuhan dan binatang di dunia selalu berubah. Makhluk-makhluk itu sudah berulangkali berubah dan masih akan berubah. Namun perubahan itu terjadi dengan lambat sekali, sehingga sulitlah melihat perubahan tersebut. Perubahan itu memakan waktu berjuta-juta tahun dan tidak akan kunjung berhenti.

 

Forest loss and management

The scientific study of forest species and their interaction with the environment is referred to as forest ecology, while the management of forests is often referred to as forestry. Forest management has changed considerably over the last few centuries, with rapid changes from the 1980s onwards culminating in a practice now referred to as sustainable forest management. Forest ecologists concentrate on forest patterns and processes, usually with the aim of elucidating cause and effect relationships. Foresters who practice sustainable forest management focus on the integration of ecological, social and economic values, often in consultation with local communities and other stakeholders.

Anthropogenic factors that can affect forests include logging, urban sprawl, human-caused forest fires, acid rain, invasive species, and the slash and burn practices of swidden agriculture or shifting cultivation. The loss and re-growth of forest leads to a distinction between two broad types of forest, primary or old-growth forest and secondary forest. There are also many natural factors that can cause changes in forests over time including forest fires, insects, diseases, weather, competition between species, etc. In 1997, the World Resources Institute recorded that only 20% of the world's original forests remained in large intact tracts of undisturbed forest. More than 75% of these intact forests lie in three countries - the Boreal forests of Russia and Canada and the rainforest of Brazil. In 2006 this information on intact forests was updated using latest available satellite imagery.

Canada has about 4,020,000 square kilometres (1,550,000 sq mi) of forest land. More than 90% of forest land is publicly owned and about 50% of the total forest area is allocated for harvesting. These allocated areas are managed using the principles of sustainable forest management, which includes extensive consultation with local stakeholders. About eight percent of Canada’s forest is legally protected from resource development (Global Forest Watch Canada)(Natural Resources Canada). Much more forest land — about 40 percent of the total forest land base — is subject to varying degrees of protection through processes such as integrated land use planning or defined management areas such as certified forests (Natural Resources Canada).

These maps represent only virgin forest lost. Some regrowth has occurred but not to the age, size or extent of 1620 due to population increases and food cultivation. From William B. Greeley's, The Relation of Geography to Timber Supply, Economic Geography, 1925, vol. 1, p. 1-11. Source of "Today" map: compiled by George Draffan from roadless area map in The Big Outside: A Descriptive Inventory of the Big Wilderness Areas of the United States, by Dave Foreman and Howie Wolke (Harmony Books, 1992).]]

By December 2006, over 1,237,000 square kilometers of forest land in Canada (about half the global total) had been certified as being sustainably managed (Canadian Sustainable Forestry Certification Coalition). Clearcutting, first used in the latter half of the 20th century, is less expensive, but devastating to the environment and companies are required by law to ensure that harvested areas are adequately regenerated. Most Canadian provinces have regulations limiting the size of clearcuts, although some older clearcuts can range upwards of 110 square kilometres (27,000 acres) in size which were cut over several years. China instituted a ban on logging, beginning in 1998, due to the destruction caused by clearcutting. Selective cutting avoids the erosion, and flooding, that result from clearcutting.

In the United States, most forests have historically been affected by humans to some degree, though in recent years improved forestry practices has helped regulate or moderate large scale or severe impacts. However, the United States Forest Service estimates a net loss of about 2 million hectares (4,942,000 acres) between 1997 and 2020; this estimate includes conversion of forest land to other uses, including urban and suburban development, as well as afforestation and natural reversion of abandoned crop and pasture land to forest. However, in many areas of the United States, the area of forest is stable or increasing, particularly in many northern states. The opposite problem from flooding has plagued national forests, with loggers complaining that a lack of thinning and proper forest management has resulted in large forest fires.

Old-growth forest contains mainly natural patterns of biodiversity in established seral patterns, and they contain mainly species native to the region and habitat. The natural formations and processes have not been affected by humans with a frequency or intensity to change the natural structure and components of the habitat. Secondary forest contains significant elements of species which were originally from other regions or habitats.

Smaller areas of woodland in cities may be managed as Urban forestry, sometimes within public parks. These are often created for human benefits; Attention Restoration Theory argues that spending time in nature reduces stress and improves health, while forest schools and kindergartens help young people to develop social as well as scientific skills in forests. These typically need to be close to where the children live, for practical logistics.

 

Hutan yang pertama kali berkembang di atas rawa-rawa sekitar 365 juta tahun yang lalu, mendekati akhir periode Devonian. Hutan ini terdiri dari paku-pakuan dan lumut sebesar ukuran pohon, ada diantaranya yang tingginya 12m dan dengan ketebalan 1m. Hutan ini menjadi tempat tinggal binatang amphibi dan serangga.

Pada awal masa karbon, sekitar 360 juta tahun yang lalu, rawa yang amat luas menutupi sebagian besar amerika utara. Hutan raksasa lumut dan ekor-kuda mencapai ketinggian hingga 38 meter diatas rawa yang hangat. Paku-pakuan tumbuh sekitar 3 meter membentuk semak yang tebal menjadi tempat tinggal kecoa, capung, kalajengking, dan laba-laba. 

Pada awal masa Mesozoic, sekitar 240 juta tahun yang lalu, berbagai perubahan iklim dan permukaan bumi memusnahkan hutan rawa. Hutan yang lebih kering didominasi oleh pohon gymnosperm, yakni tumbuhan yang bijinya terbuka tidak dilindungi oleh buah atau kulit pelindung biji. Seperti paku-pakuan dan cemara primitif yang tumbuh di hutan rawa, pohon cycad dan ginkgo yang menyebar luas. Pohon-pohon Gymnosperm membentuk hutan yang menutupi sebagian besar bumi, amphibi dan serangga, dan reptil yang besar hidup di dalamnya.

Tanaman berbunga muncul pertama kali pada awal jaman Cretaceous, sekitar 138 juta tahun yang lalu. Tanaman ini juga disebut angiosperm, yang menghasilkan biji yang terlindung di dalam buah atau kantong biji. Tumbuhan ini diantaranya magnolias, maple, poplar, dan willow. Semak berbunga dan tumbuhan herbal terbentuk.

Pada awal era Cenozoic, sekitar 65 juta tahun yang lalu cuaca di bumi menjadi lebih dingin. Hutan dengan suhu yang bagus menyebar melintasi Amerika utara, Eropa, dan Asia. Hutan-hutan kaya akan tumbuhan berbunga, berdaun lebar, dan cemara berdaun runcing. Beberapa burung dan binatang menyusui tinggal di dalamnya.

Hutan Modern Iklim di bumi berlanjut menjadi lebih dingin, sekitar 2,4 juta tahun yang lalu untuk pertama kalinya beberapa lapisan es terbentuk di Amerika utara, Eropa dan Asia. Lembaran es ini telah merusakan hutan-hutan beriklim sedang di amerika utara dan eropa. Hanya hutan-hutan beriklim sedang di asia tenggara yang masih tersisa tanpa tersentuh es.

- Dunia Hijau terbitan Tira Pustaka
- World Book Multimedia Encyclo pedia penerbit IBM
- Mengenal Taman Nasional Gede Pangrango terbitan TNGP.
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Prenhallindo.
- Flora terbitan Pradnya Paramita
- Wikipedia
Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU