MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Yang disebut dengan gunung adalah suatu bentuk permukaan tanah yang  jauh  lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan tanah di sekelilingnya. Gunung pada umumnya lebih besar dibandingkan dengan bukit, tetapi bukit di suatu tempat bisa jadi lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang disebut gunung ditempat yang lain. 

Gunung pada umumnya memiliki lereng yang curam dan tajam bisa juga dikelilingi beberapa puncak atau pegunungan. Pada beberapa ketinggian gunung bisa memiliki dua atau lebih iklim, jenis tumbuh- tumbuhan, dan kehidupan yang berbeda.  Pada umumnya iklim menjadi lebih dingin dan basah dengan semakin bertambahnya ketinggian. Kebanyakan gunung yang menjulang tinggi sekitar 600m dari permukaan tanah disekelilingnya memiliki 2 daerah iklim.

Gunung bisa jadi hanya memiliki satu puncak, atau merupakan salah satu bagian dari beberapa gunung. Sekelompok gunung bisa membentuk suatu pegunungan. Beberapa gunung berapi seperti Semeru, Merapi, Agung dan Ciremei berbentuk klasik, tetapi gunung Tengger dan Batur memiliki kaldera, puncaknya meletus meninggalkan dataran atau danau dengan puncak kecil ditengahnya. Kompleks Gn.Batur memiliki kaldera terbesar dan terindah di dunia.

Sebuah gunung yang berada di bawah permukaan laut sama seperti gunung yang berada di atas daratan. Beberapa pulau adalah sebuah gunung yang berada di samudera dengan puncaknya yang muncul ke permukaan air misalnya anak krakatau yang muncul ke permukaan air, pulau Jawa dan Bali terbentuk dari beberapa gunung berapi. 

Pegunungan Atlantic yang seluruhnya berada di bawah laut merupakan pegunungan terpanjang di dunia, yang membentang lebih dari 16.000 km mulai dari Samudera Atlantic bagian utara dekat Antartika. Beberapa punggung menjulang tinggi membentuk kepulauan, seperti kepulauan Iceland dan Azores. Ketinggian suatu gunung menunjukkan seberapa tinggi puncak tersebut menjulang dari dasar laut. Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848mdpl.

PENTINGNYA GUNUNG

Pegunungan adalah sangat penting karena ikut menentukan iklim dan aliran air di sekitarnya. Gunung juga sangat penting bagi berbagai jenis tumbuhan dan binatang tertentu, selain itu juga sebagai sumber mineral. Pegunungan mempengaruhi aktivitas manusia, menentukan pola transportasi, komunikasi dan pemukiman.

IKLIM

Pegunungan sangat mempengaruhi aliran udara dan curah hujan. Suhu udara menjadi turun dengan semakin bertambahnya ketinggian. Udara dingin tidak dapat menahan kelembaban udara sebanyak udara hangat. Ketika udara hangat bertiup ke atas gunung menjadi dingin dan menguap menjadi embun dan menjadi titik-titik air. Air ini turun mengikuti arah angin menjadi hujan atau kristal salju. Pada saat udara melewati puncak gunung, menjadi kehilangan kelembabannya. Dan akibatnya sisi gunung yang berlawanan dengan arah angin menjadi lebih kering dibandingkan sisi yang menghadap arah angin. Daerah kering yang berlawanan dengan arah angin ini di sebut bayangan hujan. Banyak sekali padang pasir di dunia ini berada di wilayah bayangan hujan.

ALIRAN AIR

Gunung sangat berpengaruh bagi terpenuhinya kebutuhan air  untuk daerah yang sangat luas. Hal ini dikarenakan banyaknya curah hujan yang turun di lereng-lereng gunung, kebanyakan hulu sungai berasal dari gunung. Beberapa gunung bersalju berfungsi sebagai penampungan air, yang meleleh pada musim panas, dan mengairi sungai selama musim panas. Aliran sungai dari gunung yang curam dan deras dapat di manfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air. Sungai Bengawan Solo yang mengalir hingga sebelah utara kota Surabaya, airnya berasal dari lereng Gn.Merapi dan Gn.Lawu

TANAMAN DAN BINATANG

Gunung memiliki keaneka ragaman untuk berbagai ketinggian yang berbeda, yang menjadi tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan binatang tertentu. Beberapa jenis mahkluk hidup hanya dapat bertahan di udara yang dingin di puncak-puncak gunung.

MINERAL

Kebanyakan sumber mineral berasal dari daerah pegunungan. Gunung terbentuk dari proses geologi seperti letusan gunung dan gempa bumi. Proses ini bisa membawa mineral-mineral yang berharga ke atas mendekati permukaan tanah sehingga dapat dilakukan penambangan.

AKTIVITAS MANUSIA

Di berbagai belahan bumi gunung dapat menjadi penghambat bagi terjalinnya hungungan transportasi, pemukiman, dan komunikasi. Dengan terisolasinya masyarakat oleh gunung menciptakan beraneka ragam kebudayaan. Di pegunungan alpen swis yang berbukit-bukit, telah memunculkan ratusan dialek dan empat macam bahasa. Masyarakat pegunungan tengger hingga kini tetap mewarisi berbagai tradisi sejak jaman Majapahit.

Gunung juga dapat menjadi tempat tujuan wisata yang penuh tantangan. Berbagai kegiatan seperti berkemah, mendaki gunung, panjat tebing, pengamatan satwa dan penelitian fauna, atau sekedar mencari hawa segar pegunungan dan menyaksikan pemandangan yang indah.

TERBENTUKNYA GUNUNG

GUNUNG BERAPI 

Gunung berapi adalah gunung yang terbentuk jika magma dari perut bumi naik ke permukaan. Gunung berapi dapat dikelompokkan menurut tingkat kedasyatan letusan, apakah itu dasyat ataupun tenang, dan tipe bahan yang dimuntahkan sewaktu meletus.  Di kala meletus, gunung berapi mengeluarkan lava, bom gunung berapi, terak, abu gunung berapi, gas panas, dan uap. Bahan yang disemburkan oleh letusan gunung berapi mempunyai sifat-sifat yang tidak dimiliki batuan lain.

Suhu lava yang dimuntahkan selama letusan gunung berapi dapat melebihi 1000 ºC. Di dalam perut bumi, batuan-batuan berbentuk cair dengan suhu melebihi 1.000 ºC, cairan batu ini disebut magma. Selama letusan, magma meluap ke atas permukaan bumi melalui lubang atau celah yang mencapai pusat bumi.

Gunung berapi dapat berbentuk kerucut, kubah, berpuncak datar, atau seperti menara, tergantung pada jenis letusan dan sifat-sifat fisik magma yang disemburkan. Kadangkala kubah tengah gunung berapi runtuh. Pada kasus gunung Aso di Jepang, setelah lubang tengah yang asli runtuh, terjadilah letusan baru di tengah kalderanya sendiri. Selama letusan, magma atau batuan cair mencapai permukaan melalui celah atau lubang. Kadang kala lava yang terlempar dengan dahsyat keluar dari lubang tengah membeku di udara, lalu jatuh sebagai bungkah padat di dekat atau sekitar lubang itu. Kalau beratnya lebih dari beberapa ton, bungkah itu dinamakan "bom gunung berapi".

Bongkahan-Bongkahan Batu di puncak gunung Arjuna

Potongan bungkah lava beku yang lebih kecil dengan ukuran 5 sampai 8 cm disebut terak. Butir-butir yang lebih halus dinamakan abu gunung berapi. Kalau gas dalam magma terlepas, magma menjadi berbuih dengan gelombang-gelombang busa dan membentuk suatu jenis lava khas ringan yang menyerupai bunga batu karang, ini disebut batu apung.

Kecuali gunung berapi gunung-gunung lainnya atau pegunungan itu terbentuk pada waktu terjadi gerakan kerak bumi yang dalam dan luas. Gerakan vertikal (ke atas dan ke bawah) yang terjadi di dalam kerak bumi menyebabkan retakan dan sesar. Pengangkatan tanah sepanjang sesar seperti itu menghasilkan pegunungan atau gunung bungkah dan plato. Gerakan menyamping menyebabkan batuan kerak bumi melipat dan menghasilkan pegunungan atau gunung lipat. Dalam waktu yang lama gunung tinggi yang terkena gaya pelapukan dan pengikisan akan susut menjadi bukit dengan lereng landai.

PEGUNUNGAN LIPAT

Pegunungan lipat terbentuk bila massa strata sedimen yang besar terlipat oleh tekanan dari dalam kerak bumi. Karena proses pelipatan, lebar strata sedimen menciut, sedangkan tebalnya bertambah. Lapisan strata sedimen yang terlipat ke atas disebut lipatan atas atau antiklin. Yang terlipat kebawah dinamakan lipatan bawah atau sinklin. 

Pegunugan lipat terdiri dari endapan-endapan seperti kapur dan lempung, yang terbentuk dari partikel-partikel batu tua, sisa-sisa tanaman dan binatang yang berada di bawah air dan mengeras. Panas bumi dan tekanan merubah beberapa batuan menjadi marmer dan batu tulis. Contoh gunung atau pegunungan lipat adalah pegunungan Himalaya dengan Gn.Everest yakni gunung tertinggi di dunia, pegunungan Alpen di Eropa, dan pegunungan Appalachian di Amerika Serikat.

PEGUNUNGAN BONGKAH

Pegunungan yang dihasilkan oleh pengang- katan kerak Bumi, khususnya sepanjang garis sesar atau garis retakan, dinamakan pegunungan bungkah atau horst. Pada pegunungan bungkah sisi lereng yang curam ter-erosi dan menghasilkan puing-puing yang mengumpul di dasar gunung. Contoh pegungan bongkah ialah pegunungan Teton di Wyoming, pegunungan Wasatch di Utah, pegunungan Harz di Jerman dan Sierra Nevada di California.

PEGUNUNGAN RESIDU

Pegunungan residu terjadi bila pegunungan atau dataran tinggi dikikis dan diauskan oleh angin dan hujan dalam jangka waktu yang lama, sehingga membentuk lembah dan jurang. Contoh pegunungan yang terbentuk karena erosi adalah pegunungan Catskill di New York, Amerika Serikat yakni dataran tinggi yang dikikis oleh sungai dan aliran gleser sehingga membentuk puncak dan lembah.

 

A volcano is an opening, or rupture, in a planet's surface or crust, which allows hot magma, volcanic ash and gases to escape from below the surface.

Volcanoes are generally found where tectonic plates are diverging or converging. A mid-oceanic ridge, for example the Mid-Atlantic Ridge, has examples of volcanoes caused by divergent tectonic plates pulling apart; the Pacific Ring of Fire has examples of volcanoes caused by convergent tectonic plates coming together. By contrast, volcanoes are usually not created where two tectonic plates slide past one another. Volcanoes can also form where there is stretching and thinning of the Earth's crust in the interiors of plates, e.g., in the East African Rift, the Wells Gray-Clearwater volcanic field and the Rio Grande Rift in North America. This type of volcanism falls under the umbrella of "Plate hypothesis" volcanism.

Intraplate volcanism has also been postulated to be caused by mantle plumes. These so-called "hotspots", for example Hawaii, are postulated to arise from upwelling diapirs from the core-mantle boundary, 3,000 km deep in the Earth.

The most common perception of a volcano is of a conical mountain, spewing lava and poisonous gases from a crater at its summit. This describes just one of many types of volcano, and the features of volcanoes are much more complicated. The structure and behavior of volcanoes depends on a number of factors. Some volcanoes have rugged peaks formed by lava domes rather than a summit crater, whereas others present landscape features such as massive plateaus. Vents that issue volcanic material (lava, which is what magma is called once it has escaped to the surface, and ash) and gases (mainly steam and magmatic gases) can be located anywhere on the landform. Many of these vents give rise to smaller cones such as Puʻu ʻŌʻō on a flank of Hawaii's Kīlauea. Lakagigar fissure vent in Iceland, source of the major world climate alteration of 1783–84. Volcanic eruptions are experienced somewhere in Iceland on an average of once every five years. Skjaldbreiđur, a shield volcano whose name means "broad shield" January 2009 image of the rhyolitic lava dome of Chaitén Volcano, southern Chile during its 2008–2009 eruption Holocene cinder cone volcano on State Highway 18 near Veyo, Utah Mayon, near-perfect stratovolcano in the Philippines

Other types of volcano include cryovolcanoes (or ice volcanoes), particularly on some moons of Jupiter, Saturn and Neptune; and mud volcanoes, which are formations often not associated with known magmatic activity. Active mud volcanoes tend to involve temperatures much lower than those of igneous volcanoes, except when a mud volcano is actually a vent of an igneous volcano. Fissure vents Main article: Fissure vent

Volcanic fissure vents are flat, linear cracks through which lava emerges. Shield volcanoes Main article: Shield volcano

Shield volcanoes, so named for their broad, shield-like profiles, are formed by the eruption of low-viscosity lava that can flow a great distance from a vent, but not generally explode catastrophically. Since low-viscosity magma is typically low in silica, shield volcanoes are more common in oceanic than continental settings. The Hawaiian volcanic chain is a series of shield cones, and they are common in Iceland, as well. Lava domes Main article: Lava dome

Lava domes are built by slow eruptions of highly viscous lavas. They are sometimes formed within the crater of a previous volcanic eruption (as in Mount Saint Helens), but can also form independently, as in the case of Lassen Peak. Like stratovolcanoes, they can produce violent, explosive eruptions, but their lavas generally do not flow far from the originating vent. Cryptodomes

Cryptodomes are formed when viscous lava forces its way up and causes a bulge. The 1980 eruption of Mount St. Helens was an example. Lava was under great pressure and forced a bulge in the mountain, which was unstable and slid down the north side. Volcanic cones (cinder cones) Main articles: volcanic cone and Cinder cone

Volcanic cones or cinder cones are the result from eruptions that erupt mostly small pieces of scoria and pyroclastics (both resemble cinders, hence the name of this volcano type) that build up around the vent. These can be relatively short-lived eruptions that produce a cone-shaped hill perhaps 30 to 400 meters high. Most cinder cones erupt only once. Cinder cones may form as flank vents on larger volcanoes, or occur on their own. Parícutin in Mexico and Sunset Crater in Arizona are examples of cinder cones. In New Mexico, Caja del Rio is a volcanic field of over 60 cinder cones. Stratovolcanoes (composite volcanoes) Main article: Stratovolcano

Stratovolcanoes or composite volcanoes are tall conical mountains composed of lava flows and other ejecta in alternate layers, the strata that give rise to the name. Stratovolcanoes are also known as composite volcanoes, created from several structures during different kinds of eruptions. Strato/composite volcanoes are made of cinders, ash and lava. Cinders and ash pile on top of each other, lava flows on top of the ash, where it cools and hardens, and then the process begins again. Classic examples include Mt. Fuji in Japan, Mayon Volcano in the Philippines, and Mount Vesuvius and Stromboli in Italy.

In recorded history, explosive eruptions by stratovolcanoes have posed the greatest hazard to civilizations, as ash is produced by an explosive eruption. No supervolcano erupted in recorded history. Shield volcanoes have not an enormous pressure build up from the lava flow. Fissure vents and monogenetic volcanic fields (volcanic cones) have not powerful explosive eruptions, as they are many times under extension. Stratovolcanoes (30–35°) are steeper than shield volcanoes (generally 5–10°), their loose tephra are material for dangerous lahars.[4] Supervolcanoes Main article: Supervolcano See also: List of largest volcanic eruptions The Lake Toba volcano created a caldera 100 km long

A supervolcano is a large volcano that usually has a large caldera and can potentially produce devastation on an enormous, sometimes continental, scale. Such eruptions would be able to cause severe cooling of global temperatures for many years afterwards because of the huge volumes of sulfur and ash erupted. They are the most dangerous type of volcano. Examples include Yellowstone Caldera in Yellowstone National Park and Valles Caldera in New Mexico (both western United States), Lake Taupo in New Zealand, Lake Toba in Sumatra, Indonesia and Ngorogoro Crater in Tanzania, Krakatoa near Java and Sumatra, Indonesia. Supervolcanoes are hard to identify centuries later, given the enormous areas they cover. Large igneous provinces are also considered supervolcanoes because of the vast amount of basalt lava erupted, but are non-explosive. Submarine volcanoes Main article: Submarine volcano

Submarine volcanoes are common features on the ocean floor. Some are active and, in shallow water, disclose their presence by blasting steam and rocky debris high above the surface of the sea. Many others lie at such great depths that the tremendous weight of the water above them prevents the explosive release of steam and gases, although they can be detected by hydrophones and discoloration of water because of volcanic gases. Pumice rafts may also appear. Even large submarine eruptions may not disturb the ocean surface. Because of the rapid cooling effect of water as compared to air, and increased buoyancy, submarine volcanoes often form rather steep pillars over their volcanic vents as compared to above-surface volcanoes. They may become so large that they break the ocean surface as new islands. Pillow lava is a common eruptive product of submarine volcanoes. Hydrothermal vents are common near these volcanoes, and some support peculiar ecosystems based on dissolved minerals. Subglacial volcanoes Main article: Subglacial volcano Herđubreiđ, one of the tuyas in Iceland Mud volcano on Taman Peninsula, Russia

Subglacial volcanoes develop underneath icecaps. They are made up of flat lava which flows at the top of extensive pillow lavas and palagonite. When the icecap melts, the lavas on the top collapse, leaving a flat-topped mountain. These volcanoes are also called table mountains, tuyas or (uncommonly) mobergs. Very good examples of this type of volcano can be seen in Iceland, however, there are also tuyas in British Columbia.

The origin of the term comes from Tuya Butte, which is one of the several tuyas in the area of the Tuya River and Tuya Range in northern British Columbia. Tuya Butte was the first such landform analyzed and so its name has entered the geological literature for this kind of volcanic formation. The Tuya Mountains Provincial Park was recently established to protect this unusual landscape, which lies north of Tuya Lake and south of the Jennings River near the boundary with the Yukon Territory. Mud volcanoes Main article: Mud volcano

Mud volcanoes or mud domes are formations created by geo-excreted liquids and gases, although there are several processes which may cause such activity. The largest structures are 10 kilometers in diameter and reach 700 meters high.

 

Indonesia memiliki 155 pusat gunung berapi yang aktif. Jawa dan Bali adalah dua pulau yang gunung apinya teraktifdi dunia, dengan 20 gunung berapi yang masih aktif. Selain ilu 13 gunung berapi yang lebih tua memiliki solfatar aktif (mengeluarkan sulfida dan gas-gas belerang lainnya yang kemudian membentuk belerang murni) dan fumarol (mengeluarkan gas bertekanan tinggi dan kadang-kadang mengeluarkan gas lainnya).

Beberapa gunung berapi seperti Semeru, Merapi, Agung dan Ciremai berbentuk klasik, tetapi gunung lainnya seperti Tengger dan Batur memiliki kaldera, puncaknya meletus meninggalkan dataran atau danau dengan puncak kecil di dalamnya. Kompleks Gn. Batur sering disebut-sebut sebagai kaldera terbesar dan terindah di dunia. Jawa Barat juga memiliki gunung-gunung berapi tua seperti Gn. Bajah dimana Gn. Halimun membentuk dinding bagian luar di lingkaran utara.

Gunung-gunung berapi berperanan penting dalam sejarah geologi dan manusia di jawa. Dampak utamanya bersifat positif karena menciptakan lahan-lahan baru melalui aliran lava dan endapan abu dan lahar. Erosi yang terjadi secara alami mengangkut bahan-bahan sebagai endapan aluvial ke dataran-dataran rendah berupa lapisan-lapisan tebal endapan yang sangat subur.

Gunung-gunung berapi juga merupakan perantara perubahan besar bentang lahan. Sekitar 2000-6000 tahun yang lalu, letusan Tangkuban Perahu menyumbat lembah di Padalarang. Terciptalah Danau Bandung yang luasnya lebih dari 700 km2. Berangsur-angsur perubahan tinggi permukaan air menemukan jalan baru dan dataran Bandung baru yang subur dan kering tidak segera muncul. Sampai 150 tahun yang lalu danau ini masih cukup luas, dan satwa liar seperti banteng, badak dan harimau masih banyak. bahkan sampai sekarang bagian selatan dari dataran ini rawan banjir.

Letusan Gunung berapi juga berdampak politis. Aliran lumpur dari Gn. Merapi telah menimbun Kerajaan Mataram Kuno pada tahun 1006, sehingga kerajaan berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Bahaya lain dari gunung berapi adalah semburan gas yang tidak terlibat (seperti karbon monoksida, hidrogen sulfida, dan sulfur oksida), terutama pada hari-hari berawan tebal. Gas-gas ini dikeluarkan oleh letusan Dieng pada tahun 1979, menelan 149 korban yang berusaha menyelamatkan diri dari kawah.

Letusan dan batuan yang menyala membakar rumah sampai jarak 7 km dari kawah pada saat Gn. Agung meletus tahun 1963.

Gunung berapi di bawah laut memindahkan air laut selama terjadi letusan sehingga menimbulkan gelombang pasang yang disebut Tsunami. Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 menimbulkan Tsunami terbesar yang pernah terjadi di dunia. Gelombangnya mencapai Anyer di bagian ujung barat Jawa, dengan tinggi 36m dan menelan korhan 36.417 jiwa. Suatu batu karang besar yang terbawa gelombang tersebut kemudian ditemukan pada jarak 300 m ke arah darat yaitu di Tanjung Seraga.

- World Book Multimedia Encyclo pedia penerbit IBM
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Pre nhallindo.
- Hemel en aarde terbitan Time Lfe
- Ilmu Gunung Api terbitan Nova
- Panduan Wisata Geologi Bandung Utara terbitan ITB
 

 

Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU