MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI
The term peafowl can refer to the two species of bird in the genus Pavo of the pheasant family, Phasianidae. The African Congo Peafowl is placed in its own genus Afropavo and is not dealt with here. Peafowl are best known for the male's extravagant tail, which it displays as part of courtship. The male is called a peacock, and the female a peahen.[1] The female peafowl is brown or toned grey and brown.

The two species are:

* Indian Peafowl, Pavo cristatus, a resident breeder in the Indian subcontinent. The peacock is designated as the national bird of India and the provincial bird of the Punjab (India). * Green Peafowl, Pavo muticus. Breeds from Burma east to Java. The IUCN lists the Green Peafowl as vulnerable to extinction due to hunting and a reduction in extent and quality of habitat.

 

Merak (Povo muticus) merupakan jenis burung yang indah jelita, mempunyai ukuran yang besar panjang jantan 210 cm dan betina 120 cm.Burung merak mempunyai kaki yang panjang dan ramping, dilengkapi dengan taji.

Merak jantan mempunyai bulu ekor yang sangat indah, dapac direntangkan seperti kipas raksasa. Pada bulu ekor yang direntangkan tersebut terdapat pola berbentuk bulatan seperti mata, yang tergambar indah. Burung merak betina tidak mempunyai bulu ekor panjang, Wama bulu pada mantel, leher dan dada berwarna hijau mengkilap. Bulu leher sampai kepala berwarna hijau seperti susunan genting. Di atas kepala agak ke belakang terdapat bulu yang bertangkal tersusun pipih.

Burung merak hidup secara kelompok bersifat poligami dan terikat dalam suatu keluarga. Burung merak jantan suka memperagakan penutup ekornya yang dikembangkan atau bergantian mengusir jantan lain pada musim kawin. Pada malam hari tidur di atas pohon gundul yang tinggi. Pada siang hari suka berjalan-jalan di tanah dan bertengger di atas dahan pohon yang gundul.

Perkawinan merak berkaitan erat dengan musim penghujan, sekitar bulan Juni sampai Agustus. Merak betina membuat sarang di atas pohon atau di semak-semak belukar. Sarang dibuat dari ranting atau dahan-dahan kering. Merak betina meletakkan telur 3-5 butir dan dierami selama 28 hari. Di habitat aslinya merak mencari pakan dari dini hari sampai senja hari. Pakan di habitat aslinya berupa biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, sayur-sayuran, cacing dan hewan melata.

Kenyataan bahwa burung besar seperti merak masih bertahan sampai sekarang di Jawa, memang luar biasa, tetapi perburuan akhir-akhir ini menjadi masalah. Di beberapa daerah dulu orang percaya bahwa kelompok merak mengikuti di belakang harimau yang sedang berburu, menunggu harimau tersebut membuang kotorannya, kemudian mengambil cacing usus dari gundukan tinjanya. Oleh karena itu merak tidak diminati untuk dimakan.

Walaupun merupakan jenis yang dilindungi, sekarang merak dicari di banyak daerah, sebagian untuk dagingnya, sebagian karena bulu ekornya yang indah dan mahal, dan juga karena spesimen yang diawetkan memiliki harga yang baik, dan karena dianggap sebagai hama di daerah penanaman jagung. Dalam suatu waktu kira-kira sepuluh tahun yang lalu, di dekat G. Ringgit yang berberkelok-kelok dan tidak dilindungi tetapi tertutup hutan lebat petani membunuh ratusan merak menggunakan umpan beracun DDT, dan populasinya tidak pernah pulih lagi.

Satu alasannya adalah perburuan, yaitu untuk dijadikan cinderamata di pasar dekat kota persitirahatan Pasir Putih yang dikenal sebagai salah satu pusat pejualan merak terbesar dijawa, terletak di pesisir utara antara Probolinggo dan Situbondo. Banyak bulu merak yang diperdagangkan untuk hiasan rumah, anting-anting, dan untuk topeng Singabarong tradisional yang digunakan untuk pertunjukan reog Ponorogo. Satu topeng paling sedikit membutuhkan 1.000 bulu ekor merak, dan karena biasanya seekor merak mempunyai 100 bulu ekor dengan "mata" bulat indah pada ujung-ujungnya, dan karena terdapat 200-300 kelompok reog, maka permintaan akan merak jumlah nya jelas besar.

Usaha-usaha pelestarian banyak dibantu oleh undang-undang pelestarian alam tahun 1990, dan penduduk desa, terutama pembuat-pembuat perangkap, di sekeliling G. Ringgit diberi semangat untuk membantu kegiatan pelestarian di daerah tersebut. Dengan demikian mereka menjadi tidak lagi begitu bersemangat memburu merak. Meskipun demikian, karena tetap ada konsumen yang siap membeli bulu burung ini, maka tetap ada permintaan, dan ada yang akan memenuhinya.

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman kepunahan yang dihadapi fauna burung perlu lebih diperhatikan melalui survai lapangan yang lebih banyak, dan anak burung yang disita oleh PHPA dikembalikan ke daerah konservasi potensial dan daerah yang sudah ada, yang telah kehilangan populasi burungnya seperti Gn. Muriah dan Cikepuh.

 

 

Hidup di alam terbuka dan padang rumput. Hutan terbuka dengan semak belukar dan pepohonan tinggi pada perbukitan dekat air, yang berupa danau atau sungai kecil. Tersebar di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Makanannya berupa biji-bijian, buah-buahan, kacang-kacangan, sayur-sayuran, cacing dan hewan melata.

- Pauwen terbitan de ruiter bv.
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Pre nhallindo.
- The Indonesian Environment Al manac terbitan PT. Multi Kirana Pra tama.
- Panduan Satwa KRKB Gembira loka.

Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU