MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI
Colobines are medium-sized primates with long tails and diverse colorations. The coloring of nearly all the young animals differs remarkably from that of the adults.

Most species are arboreal, although some live a more terrestrial life. They are found in many different habitats of different climate zones (rain forests, mangroves, mountain forests, and savanah), but not in deserts and other dry areas. They live in groups, but in different group forms.

They are almost exclusively herbivores, predominantly nourishing themselves on leaves, flowers, and fruits. They occasionally eat insects and other small animals. To aid in digestion, particularly of hard-to-digest leaves, they have a multi-chambered, complex stomach. Unlike the other subfamily of Old World monkeys, the Cercopithecinae, they possess no cheek pouches.

Gestation averages six to seven months. Young are weaned for approximately one year and are mature at 3 to 6 years. Their life expectancy is approximately 20 years

 

Lutung Semnopithecus auratus lebih tersebar luas di Jawa dan Bali. Lutung dapat ditemukan di hutan-hutan bakau, hutan dataran rendah dan hutan pegunungan sampai pada ketinggian 2.200 meter. 

Lutung memiliki ekor dan tubuh yang panjang. Lutung mudah diidentifikasi karena merupakan satu-satunya monyet yang berwama hitam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Memiliki rambut tebal dengan jambul di atas kepalanya, dan memiliki jenggot pada wajahnya memberikan kesan seperti tua. Bayi dan anak-anaknya berwarna keabuan, hal ini penting agar mudah dikenali orang tuanya.

Lutung hanya ditemui di Indonesia terbatas pada Pulau Jawa, Bali dan Lombok. Jenis pakan utamanya adalah daun-daunan dan bunga- bungaan. Kelompok yang besar biasanya terlihat sepanjang jalan Cibodas sampai Cibeureum dan juga sepanjang jalan menuju Air Panas. Sebagai tambahan informasi, seperti halnya surili, lutung juga sering terlihat berada dekat wisma tamu Kebun Raya Cibodas, pada ketinggian pohon di pinggir hutan.

Dahulu lutung dianggap satu jenis dengan surili yang menyebrang dari Malaysia. Selanjutnya lutung Jawa berkembang statusnya menjadi suatu jenis. Karena secara umum penyebarannya telah meluas dan tidak dilindungi, Trachypitecus auratus hidup di sekitar pemukiman dengan kepadatan manusia yang tinggi. Penyempitan habitat, perburuan dan perdagangan satwa sebagai peliharaan merupakan ancaman bagi kelestarian satwa ini dalam jangka panjang.

Ada tiga sub jenis lutung yang dikenal; yang berukuran relatif kecil yaitu lutung S. a. sondaicus berwarna hitam pekat tetapi ujung-ujung bulunya berwarna abu-abu, berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah; lutung yang berukuran lebih besar S. a. auratus berasal dari jawa Timur (merupakan monyet pemakan daun terbesar di Indonesia); dan yang berukuran relatif kecil dan berwarna sangat gelap yaitu lutung S. a. kohlbruggei yang berasal dari Bali (diintroduksi ke Lombok) yang mungkin sekarang diwakili oleh beberapa kelompok saja, terbatas di Taman Nasional Bali Barat. 

Beberapa ekor lutung Jawa Tengah dan khususnya di jawa Timur berwarna merah, walaupun proporsinya beragam di tempat yang berbeda. Menurut dongeng kuno darijawa Timur, nenek moyang lutung berasal dari seorang pangeran yang pada suatu ketika kepalanya dipukul dengan sebuah sendok nasi. Segera sesudah itu ia berubah menjadi seekor lutung dan teriakannya yang kadang-kadang sangat jelas terdengar dipercayai sebagai tangisan karena ia rindu untuk kembali ke kehidupan masyarakat manusia .

Lutung tersebar luas di Jawa dan Bali. Lutung dapat ditemukan di hutan-hutan bakau, hutan dataran rendah dan hutan pegunungan sampai pada ketinggian 2.200 meter. 

Daun, buah dan biji, bunga, bagian dari tumbuhan, dan serangga kecil, telur burung dan rayap.
- Mengenal Taman Nasional Gede Pangrango terbitan TNGP.
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Prenhallindo.
- The Indonesian Environment A manac terbitan PT. Multi Kirana Pratama.
- Panduan Satwa KRKB Gembira loka
- Panduan Lapangan Primata Indo nesia terbitan Yayasan Obor.
- Mengenal Hewan Primata terbitan Rosda.
Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU