<< Prev 1 2 3 4 5 Next >>

Naskah Merbabu-Merapi

Berbicara tentang naskah, apalagi naskah Jawa, kita tidak boleh lupa bahwa di dunia ini terdapat sejumlah naskah yang dapat dikatakan masih sebagai hutan belantara. Disebut demikian karena keberadaan koleksi naskah itu baru diketahui oleh segelintir orang saja dan banyak informasi mengenai naskah-naskahnya masih gelap.
 
Padahal menurut van der Molen (1983) secara historis koleksi naskah tersebut sangat penting karena dapat mengungkapkan sejarah kesusastraan Jawa yang semula dikira hilang. Beberapa pakar dari dunia pernaskahan menyebut koleksi naskah itu sebagai Koleksi Merbabu-Merapi.
baca selengkapnya...


Junghuhn

Franz Wilhelm Junghuhn (lahir di Mansfeld (dekat Pegunungan Harz), 26 Oktober 1809 – meninggal di Lembang, 24 April 1864 pada umur 54 tahun) adalah seorang naturalis, doktor, botanikus, geolog dan pengarang berkebangsaan Jerman (lalu Belanda).
Junghuhn berjasa sebagai peneliti pulau Jawa dari sudut pandang ilmu bumi, geologi, vulkanologi dan botanik dan juga daerah Batak di Sumatera.
baca selengkapnya...


Perjalanan petualangan Franz Wilhelm Junghuhn 1835-1859

Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1835-1859 melakukan penelitian dan pendakian gunung-gunung di Jawa. Beberapa kali melakukan pendakian Gunung Gede Pangrango. Mendaki Gunung Merapi dari Selatan, Barat dan Utara, serta lama menetap di Selo. Pada tanggal 22 November 1844 Junghuhn mendaki Gunung Merbabu dari Selo dan turun lewat salatiga. Di bawah ini daftar lengkap perjalanan Junghuhnmengelilingi pulau Jawa. antara tahun 1835 hingga tahun 1859.

baca selengkapnya...


Tahun Baru berjumpa Cacing Raksasa

Tanggal 30 Desember 2008 hingga 1 Januari 2009 Opa steve, ferry (chimot), Supra dan Juli (Habitat Semarang) melakukan pendakian ke Gunung Salak. Pendakian melewati jalur Cibuntu - Cimelati dan turun melewati jalur yang sama. Hujan deras, angin kencang dan kabut tebal muncul sepanjang hari.

Gunung Salak di Jawa Barat, diselimuti oleh hutan lebat dan banyak terdapat ribuan spesies flora dan fauna, termasuk cacing tanah raksasa dengan panjang lebih dari 1,5 meter. Kadang-kadang pendaki melihatnya ketika curah hujan tinggi dan terjasi hujan sepanjang hari di seluruh wilayah gunung. Cacing raksasa berwarna biru ini (Metaphire longa) oleh penduduk setempat disebut cacing sonari atau cacing bernyanyi, karena dapat mengeluarkan suara seperti peluit di malam hari. Cacing Sonari adalah sejenis cacing tanah.

baca selengkapnya...


<< Prev 1 2 3 4 5 Next >>
Untitled Document

TENTANG MERBABU.COM

Merbabu Community atau Komunitas Pecinta Alam Merbabu, berdiri sejak tahun 1984.

Website Merbabu.com hadir sejak tahun 2001, dirintis sejak tahun 1997 dengan domain hosting gratisan.

 

.

.

Copyrights © 2001 - Blogging All rights reserved | Template by W3layouts