MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

 

Januari : Hujan sehari-hari

Posted by Admin on 2016-01-09 02:45:13 UTC

Pepatah mengatakan Januari hujan sehari-hari. Lalu bagaimana dengan Pendaki Gunung yang ingin melakukan pendakian di bulan Januari? Apasih enaknya mendaki gunung di musim hujan. Beberapa gunung seperti Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing dan Sundoro sebenarnya lebih enak jika didaki di musim hujan, karena di musim kemarau sangat panas.

Sementara gunung yang masih berhutan lebat seperti gunung Gede Pangrango, Gunung Salak, sungguh tidak nyaman didaki di musim penghujan. Meskipun Gunung Ciremei termasuk gunung yang agak kering, jika di musim penghujan jalur berubah menjadi selokan air. Gunung Ungaran kurang nyaman didaki di musim penghujan.

Banyak kerugian yang disebabkan oleh turunnya hujan yang tiada henti, salah satunya kita tidak bisa memotret karena takut kamera basah. Pemandangan alam yang indah juga tertutup kabut, apalagi di puncak kita tidak bisa menyaksikan keindahan alam nun jauh di bawah, hanya awan putih yang menyelimuti sekeliling kita.

Tas harus benar-benar rapat dan anti air, sehingga barang-barang terutama pakaian ganti tidak basah kena rembesan air. Beberapa pakaian kering harus dipersiapkan untuk persediaan jika ingin tetap merasa hangat di dalam tenda. Sarung tangan dan kaos kaki mungkin diperlukan ketika berkemah karena hawa yang ekstra dingin.

Makanan ringan atau cemilan sangat diperlukan untuk membuat suasana di dalam tenda tidak membosankan meski dibawah guyuran hujan. Bekal minuman sasetan seperti jahe, kopi atau susu sangat penting, untuk menambah suasana yang lebih hangat di dalam tenda.

Beberapa tempat di sekitar puncak gunung yang biasanya kering, di musim hujan sering menyisakan genangan air di sela-sela bebatuan, sehingga membuat pendaki cukup tenang berkemah karena ada persediaan air. Seperti Pasar Bubrah Merapi begitu juga Pos terakhir gunung Ciremei, cerukan di antara bebatuan sering terdapat genangan air hujan yang bersih.

Gunung Lawu jalur Cemoro Sewu cukup nyaman didaki di musim penghujan terdapat beberapa pondok/Shelter yang bisa digunakan untuk beristirahat berlindung dari guyuran hujan. Jalur pendakian berupa batuan yang ditata rapi seperti anak tangga membuat sepatu tidak kotor. Berbeda dengan jalur Cemoro Kandang yang sangat licin dan jalur berubah menjadi saluran air. Sepatu menjadi basah, kotor, dan kaki menjadi kedinginan. Namun di musim penghujan di puncak Lawu kadang kala ada badai.

Untuk gunung-gunung di Jawa Timur seperti gunung Semeru rawan badai di puncak, sedangkan gunung Arjuna Welirang cukup nyaman meskipun didaki di musim pengghujan, namun kita ada kemungkinan tidak bisa mendapatkan foto-foto pemandangan yang bagus.

Jalur pendakian yang lembab seperti gunung Salak, gunung Gede jalur selabintana, gunung Argopuro, gunung Ungaran, dll, di musim penghujan biasanya banyak terdapat lintah atau pacet.

Pada Tahun 1861 A.R. Wallace pernah menyatakan : " Secara keseluruhan dan dari berbagai sudut pandang. Jawa mungkin merupakan pulau tropis yang paling menarik di dunia. Di seluruh bagiannya, terutama di bagian timur terletak hutan yang lebat, candi, kuburan, dan patung-patung yang sangat indah, dan peninggalan kota-kota yang sangat luas dimana harimau, banteng, dan kerbau hutan berkeliaran tanpa gangguan. (Wallace 1869)

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa, menjadi impian para pendaki untuk menaklukkannya. Gunung yang masih aktif ini setiap 15 menit menghembuskan abu, pasir, batu, dan debu ke angkasa. Momen inilah yang sering ditunggu oleh para pendaki untuk mengambil foto.

Gunung di Jawa Timur terkenal dengan banyaknya tempat angker. Kejadian-kejadian aneh sering dialami para pendaki ketika mendaki gunung Raung Argopuro, Arjuno, Welirang, Semeru, Gunung Kawi, dll. Gunung Bromo terkenal dengan upacara Kasada, serta adanya sumber tirta suci di gunung Widodaren. Begitu juga danau Ranu Kumbolo juga terkenal sangat angker.

The spine of East Java is dominated by a series of rugged, spectacular volcanic peaks. The most famous of these are in the Bromo-Tengger-Semeru National Park and Semeru and Bromo together make up one of the great iconic images of Indonesia. There are four volcanic peaks higher than 3,000 m in the region. This volcanic activity has created a largely fertile area and verdant agriculture is a prominent feature of the area.

Both the north and south coasts offer some beautiful, deep, fine sand beaches and these are another key attraction of the region.

The two large southern national parks of Alas Purwo and Meru Betiri are remote and sparsely populated and represent the nearest thing to a wilderness experience that you will find on Java. In the north-east, Baluran National Park recalls African Savannah plains.

The island of Madura sits off the north eastern coast of the region and is as off-the-beaten-track as you can get in this part of Indonesia. That is slowly changing as the road bridge linking Surabaya to Madura opened in mid-2009.

Surabaya is the capital city and Indonesia's second largest. It is though largely bereft of attractions, over-crowded, polluted and supports sprawling industry. Few visitors stay in Surabaya for reasons of tourism. Malang is the second city of the region and a bigger contrast to Surabaya could not be imagined. It is a clean, airy city with an important and interesting history.

New Page 1

<

* Baluran National Park large forest and coastal park. Relatively easy access to and from Bali
* Blitar birthplace of Indonesia's first president and independence hero, Sukarno
* Bromo-Tengger-Semeru National Park popular hiking destination featuring the still-rumbling Mount Bromo. The star attraction in the region, however it may be closed at times depending upon the eruptive status of the caldera
* Pacitan
* Pulau Sempu
* Madura a dry and crowded island very much off the beaten path for visitors
* Sukamade turtle conservation beach
* Trenggalek beautiful white sand beaches
* Madakaripura most popular waterfall in east java
* Kalianyar Village;Beautiful scenery and quiet place

* Surabaya capital of the region; Indonesia's second-largest city and a huge industrial sprawl
* Banyuwangi the Ijen Crater, famous Java arabica coffee plantations and ferries to Bali
* Batu charming old hill town that was formerly a Dutch colonial playground
* Bojonegoro teak plantations and the unique Samin culture
* Jember large city with verdant hills to the north and beautiful beaches to the south
* Kediri Mount Wilis, waterfalls and significant archeological sites
* Madiun verdant agriculture and Mount Lawu
* Malang cool, clean air and the ancient seat of the Mataram kingdom
* Probolinggo gateway to the Bromo-Tengger-Semuru National Park
* Trowulan
* Bondowoso - Prehistoric stones are scattered in the region. Ijen Crater west Gateway

Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU