MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Candi Singosari terletak di desa Candirenggo, Kec. Singosari, Kab. Malangl Lokasi candi mudah dicapai karena berada tidak jauh dari jalan raya Malang-Surabaya di dekat pasar Singosari. Terdapat gapura yang konon dahulunya adalah gapura Kraton Singosari. Candi ini ditemukan pada tahun 1801 oleh gubernur Pantai Timur Laut Jawa, Nicolous Engelhard.

Candi Singosari dahulu memiliki beberapa nama; Candi Menara, Candi Cella, Candi Renggo, Candi Cungkup, hingga akhirnya diberi nama Candi Singosari. Candi Singosari memiliki corak Siwaisme, dahulu ada patung Kertanegara yang beragama Siwaisme dan Budhisme aliran Tantra. Juga ditemukan Arca Prajnaparamita yan terkenal karena keindahannya dan kehalusannya.

Arca Prajnaparamita yang ditemukan di Singosari adalah salah satu arca yang terindah. Wajahnya tampak sangat cantik tenang pebuh kedamaian, selain itu juga memiliki penampilan yang sangat luar biasa. Bagi orang yang memandangnya akan kagum dan memberikan rasa kesejukan. Arca ini pernah dibawa ke Belanda dan disimpan di Leiden sebagai benda yang berharga, namun pada tahun 1978 dikembalikan ke Indonesia dan di simpan di Musium Nasional.

Para ahli sejarah memperkirakan bahwa patung tersebut adalah Arca Pemakaman Ken Dedes. Wanita yang cantik yang menurunkan Raja-raja Wangsa Rajasa. Namun ada juga para ahli sejarah yang memperkirakan bahwa patung tersebut adalah Arca Pemakaman puteri Gayatri, puteri bungsu Kertanegara yang terkenal akan kecantikannya.

Prajnaparamita adalah adalah bagian dari ajaran Budhisme aliran Tantra mengenai kesempurnaan. Ajaran tersebut bertujuan untuk mencapai pembebasan (Kasunyatan). Ajaran ini menekankan peranan psikofisis, dengan tehnik yoga dan mantra yang terdapat di dalam tulisan Prajnaparanita menjadi sangat penting dan diwujudkan dalam pribadi seorang Dewi yang sempurna dalam kebijakan. Dengan demikian tidak mengherankan bila ekspresi patung ini akan meneghanyutkan dan menyejukkan bagi orang yang memandangnya.

 

Singasari Temple is located at Candi Renggo village, Singosari Subdistrict, about 9 km from Malang city. The temple is also called Cungkup temple or Tower temple, meaning that this temple is the highest, at least compared to the other temples in the compound.

Today, however, it is only Singasari temple left in Singasari area, while the other temples have gone without a trace. There is no certain time when this temple was built, but archaeologists estimate that the temple was built around 13th century to commemorate King Kertanagara of Singosari Kingdom. There are two shrines dedicated to Kertanagara, Singosari temple and Jawi temple, as indicated in the presence of several Shiva statues in the temple’s court.

Singosari temple is at the center of the court. The temple body rests on a shelf, 1.5 meter high. The base of the temple is simple in design, without any ornament or relief. Unlike other temples, the stairs at the base of the temple bear no decoration of makara pattern. The entrance into the space inside the temple is located at the front side of display room (a small frontward projecting room), facing south. The entrance is also simple without ornaments engraved on the sills. Above the entrance sills is a relief sculpture of a kala head. The artwork is very modest. Some relief sculptures are so modest and simple that leads people to suspect that Singasari Temple was partially completed.

Bus atau kendaraan jurusan Malang - Surabaya turun di Pasar Malang.
Berjalan kaki sekitar 200 meter
 
Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU