NATURE WATER MOUNTAIN VOLCANO CAMP HIKE COMPUTER
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI
 

Apabila kita hendak mendaki gunung Arjuna atau gunung Welirang melalui Jalur Tretes, maka kita akan melewati air terjun Kakek Bodo. Pemandangan di sekitar air terjun sangat indah, juga terdapat Taman untuk bersantai maupun bumi perkemahan yang ramai dikunjungi para remaja. Hawa yang sejuk berkisar antara 12°-18°C dengan jalan yang berliku dan menurun agak terjal memberikan pengalaman tersendiri bagi muda-mudi maupun orang tua.

Air terjun Kakek Bodo berada pada ketinggian 850 mdpl, di kawasan wisata Tretes. Dapat ditempuh dari Surabaya dengan jarak sekitar 51 km kearah Malang. Atau dari Malang dengan jarak tempuh 70km. Dari Surabaya kita naik bus jurusan Malang atau sebaliknya, turun di Pandaan dan ganti kendaraan ke jurusan Tretes. Kendaraan yang menuju kawasan wisata Tretes ini berupa Izusu L300 yang berhenti di pertigaan Pasar Buah Tretes. Dengan tarif Rp.5.000,- per orang. Turun di depan hotel Tanjung.

Di perjalanan menuju Tretes terdapat sebuah Candi Jawi peninggalan jaman Hindu. Banyak terdapat hotel dan vila-vila di kawasan Tretes. Terdapat tempat pembiakan rusa di pintu masuk kawasan air terjun Kakek Bodo. Di malam hari para pendaki yang beristirahat di pos pendakian gn.arjua welirang dapat bersantai sambil menikmati jagung bakar.

Air terjun Kakek Bodo ini juga terkenal diantara para pejiarah karena terdapat makam keramat Kakek Bodo yang terletak di dekat air terjun. Selain itu terdapat gua untuk bertapa yang berada di bawah air terjun.

Menurut cerita penduduk setempat "Kakek Bodo" dahulunya adalah seorang pembantu rumah tangga keluarga Belanda. Dia seorang yang saleh dan jujur. Dia meninggalkan keluarga Belanda tersebut untuk mensucikan diri meninggalkan masalah keduniawian dengan bertapa. Karena sikapnya ini keluarga Belanda yang ditinggalkannya menyebutnya sebagai kakek yang bodoh (Kakek Bodo).

Berkat bertapanya sang kakek memiliki kelebihan/kesaktian yang digunakan untuk membantu masyarakat setempat yang meminta pertolongan. Kakek Bodo meninggal di tempat bertapa. Makamnya sampai sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat dan banyak dikunjungi para pejiarah dari berbagai kota besar. Menurut sang juru kunci, makam Kakek Bodo juga sering dikunjungi para pejabat dan pembesar. Ketika Tim merbabu.com melakukan jiarah di makam Kakek Bodo sangat terasa suasana dan kekuatan magis. Perasaan tenang, damai dan sejuk terasa merasuk dan memenuhi jiwa.

1. Bus Jurusan  Surabaya - Malanag turun di pasar buah Pandaan.
2. Mobil angkot Izusu L300 jurusan Tretes turun di depan hotel tanjung (Pos Pendakian Gn.Welirang)
3. Jalan kaki atau naik ojek sekitar 500 meter.

Menurut cerita penduduk setempat "Kakek Bodo" dahulunya adalah seorang pembantu rumah tangga keluarga Belanda. Dia seorang yang saleh dan jujur. Dia meninggalkan keluarga Belanda tersebut untuk mensucikan diri meninggalkan masalah keduniawian dengan bertapa. Karena sikapnya ini maka keluarga Belanda yangg ditinggalkannya menyebutnya sebagai kakek yang bodoh (Kakek Bodo).

Berkat bertapanya sang kakek memiliki kelebihan/kesaktian yang digunakan untuk membantu masyarakat setempat yang meminta pertolongan.

New Page 1
 
 
 
 
 

 
Toko Buku Online
 
 
New Page 1

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU