NATURE WATER MOUNTAIN VOLCANO CAMP HIKE COMPUTER
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Wisatawan Sumut turun karena Sinabung meletus

Posted by Admin on 2014-02-12 04:07:23 UTC

 

Gunung Sinabung yang kembali bererupsi sejak empat bulan lalu telah membuat kunjungan wisatawan ke kabupaten Karo, Sumatera Utara terus menurun. Padahal tidak semua wilayah Kabupaten Karo terkena dampak erupsi gunung tersebut.
Sekretaris Jendral Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ukus Kuswara, dalam konfrensi pers di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Pusat, Rabu (05/02/2014), mengatakan penurunan jumlah wisatawan itu tak lain karena informasi yang diterima masyarakat kurang tepat.

 

"Selain lokasi kita harus membangun image (presepsi) keseimbangan informasi, jangan sampai bencana menghancurkan image kita," katanya.
Ia menyebutkan di Kabupaten Karo tingkat hunian hotel sebelum erupsi untuk hotel kelas bintang mencapai 45,75 persen, saat ini hanya 23,73 persen. Sedangkan untuk kelas melati tingkat huniannya sebelum bencana mencapai 61,24 persen, sedangkan saat ini hanya mencapai 18,60 persen.
 
Untuk wilayah Sumatera Utara pada tahun 2013 rata-rata kunjungannya perbulannya mencapai 439.068 orang, sejak bencana jumlah tersebut menurun hingga 383.197 orang.
 
Penurunan jumlah wisatawan tidak hanya terjadi di kabupaten Karo, akan tetapi juga terjadi di wilayah lainnya di Sumatera Utara. Ukas menyebutkan sejak terjadinya erupsi Gunung Sinabung, jumlah wisatawan yang mengunjungi Danau Toba di Kabupaten Samosir menurun, padahal wilayah itu termasuk aman.
"Persoalannya karena ada presepsi, seolah kejadian Sinabung ini sama dengan objek wisata lain di Sumatera Utara," katanya.
 
Sumber : Tribunnews.com Rabu, 5 Februari 2014

Indonesia terdiri dari 17.000 pulau baik yang berpenghuni maupun tanpa penghuni, memiliki deretan gunung berapi yang membentang dari ujung Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Beberapa flora dan fauna hanya hidup di pulau-pulau tertentu, seperti Beruang Madu, Harimau, Gajah, Badak, Orangutan di Sumatera, Komodo di P. Komodo, Anoa di Sulawesi, Bekantan di Kalimantan, serta Aneka burung di Irian Jaya. 

Pulau Bali konon terbentuk dari letusan gunung-gunung berapi yang membentuk daratan dengan Gunung Agung sebagai puncak tertingginya. Gunung yang dikeramatkan ini sudah banyak menelan korban jiwa, karena memang kondisi di sekitar puncak sangat berbahaya bila cuaca sedang buruk. Gunung ini masih aktif, letusan terakhir tahun 60-an menelan korban yang sangat banyak. Gempa yang diakibatkan oleh aktifitas vulkanik juga pernah terjadi beberapa kali.

Sumatra supports a wide range of vegetation types which are home to a rich variety of species, including 17 endemic genera of plants. Unique species include the Sumatran Pine which dominates the Sumatran tropical pine forests of the higher mountainsides in the north of the island and rainforest plants such as Rafflesia arnoldii (the world's largest individual flower), and the titan arum (the world's largest unbranched inflorescence). The island is home to 201 mammal species and 580 bird species. There are 9 endemic mammal species on mainland Sumatra and 14 more endemic to the nearby Mentawai Islands.

The species present include: Sumatran Tiger, Sumatran Orangutan, Sumatran Rhinoceros, Sumatran Elephant, Sumatran Striped Rabbit, Dhole, Dayak Fruit Bat, Malayan Tapir, Malayan Sun Bear and the Bornean Clouded Leopard. The island has lost 48% of its natural forest cover since 1985, and many of the remaining species are endangered. The Sumatran Tiger, Sumatran Rhino, and Sumatran Orangutan are all Critically Endangered, indicating that the highest level of threat to their survival. In October 2008, the Indonesian government announced a plan to protect Sumatra's remaining forests.

However, the construction of illegal roads through prime tiger habitat has continued since then by companies led by Asia Pulp & Paper, the pulp and paper company well known for illegal logging and breaching environmental law. The island includes more than 10 National Parks, including 3 which are listed as the Tropical Rainforest Heritage of Sumatra World Heritage SiteóGunung Leuser National Park, Kerinci Seblat National Park and Bukit Barisan Selatan National Park. The Berbak National Park is one of three National Parks in Indonesia listed as a wetland of international importance under the Ramsar Convention.

New Page 1

 


Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU