NATURE WATER MOUNTAIN VOLCANO CAMP HIKE COMPUTER
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Tips mendaki gunung sambil berpuasa

Posted by Admin on 2017-05-24 23:20:59 UTC

Mungkin kedengarannya aneh jika seorang pendaki gunung tetap melakukan kegiatan pendakian di bulan puasa ini tanpa meninggalkan ibadah puasa. Mungkinkah seorang pendaki sanggup melakukan pendakian sambil berpuasa. Godaan tentu sangat besar, dan diperlukan trik-trik khusus ketika melakukan pendakian gunung sambuil berpuasa.

Ternyata para pejiarah sanggup melakukannya. Kita sering berjumpa dengan para pejiarah yang mendaki gunung-gunung angker sambil berpuasa dan mereka baru makan setelah sampai di puncak gunung. Niat dan kemauan yang kuat dari para pejiarah ini perlu dicontoh oleh para pendaki gunung.

Bahkan jaman dahulu para pertapa digunung berpuasa selama berhari-hari tidak makan dan minum. Sungguh luar biasa ketahanan fisik dan mentalnya.

Beberapa gunung yang sering didaki para pejiarah adalah gunung Ciremei, gunung Salak, gunung Lawu, gunung gumuruh (gn.gede), gunung karang dan hampir semua gunung di jawa didatangi para pejiarah.

Tips mendaki sambil Puasa :

1. Pilihlah Gunung yang berhutan sehingga bisa mengurangi pengeluaran air dari dalam tubuh, selain udaranya sejuk sehingga tidak kehausan, juga terhindar dari panas matahari yang bisa menguras keringat. Misal : Gn.Gede-Pangrango, Gn.Salak, Gn.Ungaran, Gn.Ciremei, Gn.Lawu.

2. Lebih baik mendaki di malam hari, pagi sampai di puncak dan siang hari turun gunung. Berjalan di malam hari akan menghemat air minum, tubuh tidak banyak mengeluarkan air keringat, dan andapun bebas makan sepuasnya. 

3. Bawalah barang seefisien mungkin, barang yang tidak diperlukan, serta jenis barang yang sama tidak usah di bawa. Misal Pilih Sandal atau Sepatu jangan bawa keduanya, Kalau tidak bermalam tidak usah membawa jaket tebal, cukup jas hujan saja.

4. Usahakan membawa makanan siap saji, tidak perlu membawa peralatan masak serta bahan makanan mentah, sehingga memperingan tas untuk menghemat tenaga. Meskipun anda merasa harus berkemah.

5. Bawalah makanan yang siap santap dan memiliki nilai gizi misal : telur asin, apel, roti di isi abon atau dendeng, ayam goreng, tempe goreng. Daging akan lama tinggal di dalam lambung sehingga bisa memperpanjang perasaan kenyang.

6. Kedengarannya aneh tapi sangat penting untuk menggunakan payung untuk menghindari panas.

7. Selalu ceria dan berpikiran positif akan memberikan sugesti yang sanggup mengalahkan rasa lapar dan haus. Contoh positif thinking : Perasaan cinta akan alam, Berniat berjiarah, merasa senang dan puas niatnya mendaki tercapai, merasa tertantang untuk mendaki sambil puasa, hal ini biasa saja nggak perlu dipikirkan, manusia sanggup menahan lapar dan minum cuman beberapa jam saja kok.

8. Anggap saja latihan survival anda berpura-pura kehabisan makan dan minuman, seberapa lama anda sanggup bertahan. 

Indonesia terdiri dari 17.000 pulau baik yang berpenghuni maupun tanpa penghuni, memiliki deretan gunung berapi yang membentang dari ujung Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Beberapa flora dan fauna hanya hidup di pulau-pulau tertentu, seperti Beruang Madu, Harimau, Gajah, Badak, Orangutan di Sumatera, Komodo di P. Komodo, Anoa di Sulawesi, Bekantan di Kalimantan, serta Aneka burung di Irian Jaya. 

Pulau Bali konon terbentuk dari letusan gunung-gunung berapi yang membentuk daratan dengan Gunung Agung sebagai puncak tertingginya. Gunung yang dikeramatkan ini sudah banyak menelan korban jiwa, karena memang kondisi di sekitar puncak sangat berbahaya bila cuaca sedang buruk. Gunung ini masih aktif, letusan terakhir tahun 60-an menelan korban yang sangat banyak. Gempa yang diakibatkan oleh aktifitas vulkanik juga pernah terjadi beberapa kali.

Sumatra supports a wide range of vegetation types which are home to a rich variety of species, including 17 endemic genera of plants. Unique species include the Sumatran Pine which dominates the Sumatran tropical pine forests of the higher mountainsides in the north of the island and rainforest plants such as Rafflesia arnoldii (the world's largest individual flower), and the titan arum (the world's largest unbranched inflorescence). The island is home to 201 mammal species and 580 bird species. There are 9 endemic mammal species on mainland Sumatra and 14 more endemic to the nearby Mentawai Islands.

The species present include: Sumatran Tiger, Sumatran Orangutan, Sumatran Rhinoceros, Sumatran Elephant, Sumatran Striped Rabbit, Dhole, Dayak Fruit Bat, Malayan Tapir, Malayan Sun Bear and the Bornean Clouded Leopard. The island has lost 48% of its natural forest cover since 1985, and many of the remaining species are endangered. The Sumatran Tiger, Sumatran Rhino, and Sumatran Orangutan are all Critically Endangered, indicating that the highest level of threat to their survival. In October 2008, the Indonesian government announced a plan to protect Sumatra's remaining forests.

However, the construction of illegal roads through prime tiger habitat has continued since then by companies led by Asia Pulp & Paper, the pulp and paper company well known for illegal logging and breaching environmental law. The island includes more than 10 National Parks, including 3 which are listed as the Tropical Rainforest Heritage of Sumatra World Heritage SiteóGunung Leuser National Park, Kerinci Seblat National Park and Bukit Barisan Selatan National Park. The Berbak National Park is one of three National Parks in Indonesia listed as a wetland of international importance under the Ramsar Convention.

New Page 1

 


Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU