MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI
 

Tidak jauh dari Kraton Kasepuhan terdapat sebuah Kraton lain bernama Kraton Kanoman yang di bangun pada tahun 1588 oleh Sultan Badaruddin yang memisahkan diri dari Kesultanan utama Cirebon karena berbeda pendapat dengan saudaranya mengenai siapa yang berhak menjadi ahli waris Kesultanan Cirebon.


Sebagaimana umumnya Kraton di Jawa, Bangunan Kraton Kanoman seluruhnya menghadap ke utara. Di luar bangunan Kraton terdapat sebuah bangunan bergaya bali yang disebut dengan Balai Manguntur yang terbuat dari Batu merah. Di dekat bangunan Balai Maguntur ini terdapat sebuah pohon beringin yang berukuran besar. Fungsi bangunan ini adalah tempat kedudukan Sultan apabila menghadiri Upacara seperti apel prajurit atau menyaksikan pemukulan gamelan Sekaten pada tanggal 8 Maulid dan lain-lain. Ada juga masyarakat yang mengatakan bahwa Balai Maguntur diartikan sebagai Balai mangunn tutur yang artinya tempat sultan berpidato atau berbicara kepada masyarakat tentang hukum dan agama.

Setelah melewati patung berbentuk naga, pengunjung akan sampai di bangunan Kraton Kanoman, sebuah istana yang lebih kecil ukurannya dari pada Kraton Kasepuhan. Kraton Kanoman mempunyai pendopo dengan sebuah altar di dalamnya, di sini terdapat koleksi piring-piring antik dari Eropa.

Kraton Kanoman juga mempunyai museum dengan pintu-pintunya yang berukir, koleksi terpenting museum ini adalah Kereta Perang Paksi Naga Liman dan Kereta Jempana dengan bentuk mirip seperti kereta pada Kraton Kasepuhan, Kereta yang terdapat di Krataon Kanoman ini di klaim sebagai yang kereta yang lebih tua. Bahkan kerata yang disebut-sebut merupakan duplikat dari kereta yang terdapat di Keraton Kanoman. Koleksi museum lainnya adalah aneka senjata seperti keris dan tombak, gamelan dan lain-lain.

Museum yang terdapat di Kraton Kanoman ini tidak memiliki jadwal kunjungan yang teratur. Pengunjung yang datang kesini harus melapor dan mengisi buku tamu dan pemandu akan membukakan pintu museum dan menemani pengunjung berjalan mengelilingi museum. Selesai mengunjungi Kraton Kanoman ada baiknya anda melihat-lihat Pasar Kanoman yang terletak persis di depan Kraton.


Cirebon berasal dari kata cai dan rebon. Maksudnya tidak lain adalah terasi yang dibuat dari rebon (udang kecil).

Pada suatu ketika rombongan tamu dari Raja Galuh berkunjung ke Cirebon. Para utusan itu merasa puas dengan hidangan yang disediakan tuan rumah. Suguhan tersebut dimasak dengan bumbu terasi.

Sesampainya di Rajagaluh, mereka memperkenalkan oleh-oleh berupa terasi kepada saudara dan tetangga yang diterima dengan senang hati. Hal ini sampai ke telinga Raja, sehingga mereka diminta untuk menghadap Raja dan mempersem bahkan oleh-oleh terasi tersebut. Para abdi memasak terasi tersebut menjadi hidangan istimewa. Maka sejak itu Raja menyuruh penduduk Galuh untuk berdagang dengan Cirebon terutama terasi.

 

Kanoman palace complex which has an area of about 6 hectares is located in the back of the market In this palace sultan lived twelfth named king Mohammed Emiruddin along with the family. Kanoman Palace is a vast complex, which consists of twenty-seven ancient buildings. one of them named ward witana saung which is the origin of the Palace which covers nearly five times the football pitch.

In the palace there are still goods Sunan Gunung Jati, like two trains named Paksi Naga Liman and Jempana are still well maintained and stored in museums. Burak shape, which is driven animal Prophet Muhammad when he Ascension of the Prophet. Not far from the train, there Jinem hall, or Hall to receive guests, the coronation of the sultan and granting approval of an event such as the Birthday of Prophet. And in the middle of the Palace complex of buildings there are buildings named Siti Hinggil.

The interesting thing from the royal palace in Cirebon is the existence of genuine porcelain plates decorate the walls of China that became all the palace in Cirebon. Not only in the palace, the ceramic plates scattered in almost all historic sites in Cirebon. And no less important than the palace palace in Cirebon is always facing north. And at home there is the statue of a tiger as a symbol of King Siliwangi. In front of the palace there is always a square wave to the people gathered and the market as an economic center, east of the palace there is always a mosque.

 

Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU