Cirebon berasal dari kata cai dan rebon. Maksudnya tidak lain adalah terasi yang dibuat dari rebon (udang kecil).
Pada suatu ketika rombongan tamu dari Raja Galuh berkunjung ke Cirebon. Para utusan itu merasa puas dengan hidangan yang disediakan tuan rumah. Suguhan tersebut dimasak dengan bumbu terasi.
Sesampainya di Rajagaluh, mereka memperkenalkan oleh-oleh berupa terasi kepada saudara dan tetangga yang diterima dengan senang hati. Hal ini sampai ke telinga Raja, sehingga mereka diminta untuk menghadap Raja dan mempersem bahkan oleh-oleh terasi tersebut. Para abdi memasak terasi tersebut menjadi hidangan istimewa. Maka sejak itu Raja menyuruh penduduk Galuh untuk berdagang dengan Cirebon terutama terasi.
|