MERBABU.COM Pendakian Gunung Merapi Merbabu Jawa Tengah
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

 

Hewan Liar turun gunung Kelud

Posted by Admin on 2014-02-12 03:56:59 UTC

 

Aktivitas vulkanik Gunung Kelud terus menunjukkan peningkatan. Sejumlah hewan liar dari puncak Kelud mulai turun menyatroni permukiman penduduk. Petugas pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, mencatat terjadi 22 gempa vulkanik dalam, 97 gempa vulkanik dangkal, serta tiga gempa tektonik jauh. Adapun suhu di puncak mencapai 56,5 derajat Celsius. "Secara kegempaan memang terus meningkat," kata Kepala Pos Pemantauan Kelud Khoirul Huda, Selasa, 11 Februari 2014. (Baca juga: Status Gunung Kelud Naik Jadi Siaga)

 

Khoirul tetap meminta masyarakat mematuhi penetapan zona bahaya dalam radius 5 kilometer dari puncak Kelud. Selain dipenuhi kabut gelap, kawasan itu juga menebar aroma belerang yang keluar dari kubah lava. Situasi ini tentu membahayakan siapa pun yang menerobos masuk karena berpotensi terjatuh dan keracunan.
 
Khoirul juga menambahkan bahwa petugas vulkanologi tak bisa memprediksi aktivitas tersebut apakah terus naik ke status awas (level IV) atau justru turun. Saat ini pihaknya hanya bisa menambah peralatan pemantauan untuk merekam pergerakan apa pun di puncak. Sebab, pantauan visual saat ini terhalang kabut pekat hingga menyulitkan pengawasan kubah lava.
 
Adapun sebagian warga di lereng Kelud melaporkan adanya aktivitas hewan hutan yang turun ke permukiman penduduk. Binatang yang paling sering terlihat adalah kijang dan ular. "Kemarin ada dua ekor kijang yang lari ke bawah dan menabrak warga," kata Rodiyah, 40 tahun, warga Desa Sugihwaras.
 
Menurut dia, turunnya hewan gunung ini menjadi pertanda makin dekatnya letusan. Hal ini dikuatkan dengan makin panasnya suhu udara di lereng Kelud sejak kemarin. 
 
Sejak penetapan status siaga kemarin, hingga kini warga terus melakukan persiapan mengungsi. Mereka meyakini letusan kali ini jauh lebih dahsyat dibandingkan tahun 1990 dan 2007. 
 
Sumber : Tempo.co SELASA, 11 FEBRUARI 2014

Pada Tahun 1861 A.R. Wallace pernah menyatakan : " Secara keseluruhan dan dari berbagai sudut pandang. Jawa mungkin merupakan pulau tropis yang paling menarik di dunia. Di seluruh bagiannya, terutama di bagian timur terletak hutan yang lebat, candi, kuburan, dan patung-patung yang sangat indah, dan peninggalan kota-kota yang sangat luas dimana harimau, banteng, dan kerbau hutan berkeliaran tanpa gangguan. (Wallace 1869)

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa, menjadi impian para pendaki untuk menaklukkannya. Gunung yang masih aktif ini setiap 15 menit menghembuskan abu, pasir, batu, dan debu ke angkasa. Momen inilah yang sering ditunggu oleh para pendaki untuk mengambil foto.

Gunung di Jawa Timur terkenal dengan banyaknya tempat angker. Kejadian-kejadian aneh sering dialami para pendaki ketika mendaki gunung Raung Argopuro, Arjuno, Welirang, Semeru, Gunung Kawi, dll. Gunung Bromo terkenal dengan upacara Kasada, serta adanya sumber tirta suci di gunung Widodaren. Begitu juga danau Ranu Kumbolo juga terkenal sangat angker.

The spine of East Java is dominated by a series of rugged, spectacular volcanic peaks. The most famous of these are in the Bromo-Tengger-Semeru National Park and Semeru and Bromo together make up one of the great iconic images of Indonesia. There are four volcanic peaks higher than 3,000 m in the region. This volcanic activity has created a largely fertile area and verdant agriculture is a prominent feature of the area.

Both the north and south coasts offer some beautiful, deep, fine sand beaches and these are another key attraction of the region.

The two large southern national parks of Alas Purwo and Meru Betiri are remote and sparsely populated and represent the nearest thing to a wilderness experience that you will find on Java. In the north-east, Baluran National Park recalls African Savannah plains.

The island of Madura sits off the north eastern coast of the region and is as off-the-beaten-track as you can get in this part of Indonesia. That is slowly changing as the road bridge linking Surabaya to Madura opened in mid-2009.

Surabaya is the capital city and Indonesia's second largest. It is though largely bereft of attractions, over-crowded, polluted and supports sprawling industry. Few visitors stay in Surabaya for reasons of tourism. Malang is the second city of the region and a bigger contrast to Surabaya could not be imagined. It is a clean, airy city with an important and interesting history.

New Page 1

<

* Baluran National Park large forest and coastal park. Relatively easy access to and from Bali
* Blitar birthplace of Indonesia's first president and independence hero, Sukarno
* Bromo-Tengger-Semeru National Park popular hiking destination featuring the still-rumbling Mount Bromo. The star attraction in the region, however it may be closed at times depending upon the eruptive status of the caldera
* Pacitan
* Pulau Sempu
* Madura a dry and crowded island very much off the beaten path for visitors
* Sukamade turtle conservation beach
* Trenggalek beautiful white sand beaches
* Madakaripura most popular waterfall in east java
* Kalianyar Village;Beautiful scenery and quiet place

* Surabaya capital of the region; Indonesia's second-largest city and a huge industrial sprawl
* Banyuwangi the Ijen Crater, famous Java arabica coffee plantations and ferries to Bali
* Batu charming old hill town that was formerly a Dutch colonial playground
* Bojonegoro teak plantations and the unique Samin culture
* Jember large city with verdant hills to the north and beautiful beaches to the south
* Kediri Mount Wilis, waterfalls and significant archeological sites
* Madiun verdant agriculture and Mount Lawu
* Malang cool, clean air and the ancient seat of the Mataram kingdom
* Probolinggo gateway to the Bromo-Tengger-Semuru National Park
* Trowulan
* Bondowoso - Prehistoric stones are scattered in the region. Ijen Crater west Gateway

Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU