NATURE WATER MOUNTAIN VOLCANO CAMP HIKE COMPUTER
Website in English Website in Nederlands Website Bahasa Indonesia Nature Lovers and Climbers List Photo gallery the Albums of Nature blog merbabu Mailling List Yahoo groups Merbabu Community groups in Facebook Guestbook of Nature Lovers
MENU KIRI

Misteri Watu Gubug Merbabu

Posted by Admin on 2013-06-10 00:06:55 UTC

Watu Gubug yang berada di Jalur thekelan ini sepintas seperti gua kecil, yang hanya bisa dimasukin satu orang. Tempat ini dari dulu sering digunakan untuk bertapa. Konon Lubang Batu ini adalah pintu gerbang untuk masuk ke Istana Gaib Merbabu.

Tim Merbabu.com yang berjumlah empat orang, sempat diserang badai di sekitar Watu Gubug. Secara spontan semua masuk ke dalam Gua Watu Gubug ini. Dilain pendakian Tim Merbabu.com berjumlah delapan orang berhadapan dengan badai pasir yang menyakitkan mata. Tanpa sadar delapan orang dengan mudah masuk ke dalam Gua ini.

Sungguh diluar nalar lubang sekecil itu bisa menampung berapapun jumlah pendaki. Watu Gubug ini seolah-olah ruangannya bisa mengembang dan konon akan terbuka lebar sebuah pintu untuk memasuki alam lain, yakni Kerajan Gaib Merbabu.

Salah satu cara untuk memasuki alam gaib merbabu adalah dengan bertapa di Watu Gubug. Sedangkan cara lainnya untuk memasuki pintu gerbang Kerajaan Gaib Merbabu adalah dengan berjiarah ke Watu Gubug minimal tujuh kali.

Apabila pendaki atau Pejiarah melihat lubang Watu Gubug ini kecil maka kehadirannya belum diterima oleh Penjaga Istana Gaib Merbabu. Sebaliknya apabila Pendaki atau Pejiarah dapat melihat atau merasakan ruangan di dalam Watu Gubug ukurannya besar dan luas, maka kehadirannya telah diterima oleh Penguasa Kerajaan Gaib Merbabu.

Selanjut Mata dan hati kita akan terbuka dan dapat melihat tempat-tempat gaib di Merbabu. Bahkan dapat melihat para penghuni serta para punggawa Istana Gaib Merbabu.

 

Cara mudah agar dapat memasuki Alam Gaib Merbabu :

1. Kita wajib menghargai Alam, tidak menangkap binatang, tidak merusak tumbuhan. bahkan batu besar pun tidak boleh dirusak, dipindahkan atau dicorat-coret, konon adalah tempat tinggal mahkluk halus. Sayang sekali sebuah batu berlubang di Kenteng Songo pecah karena ulah jail manusia.

2. Menghargai kepercayaan orang lain. Selama kita membenci kepercayaan orang lain,  mata kita dibutakan untuk melihat hal-hal yang ada di sekeliling kita. Orang yang penuh toleransi akan merasakan keberadaan sesama manusia lainnya, dan menerima keberadaan mahkluk lainnya. 

3. Mencari informasi tentang Alam gaib Merbabu, tujuannya agar memahami adat istiadat, tata cara dan pantangan, sehingga kita selamat dan keinginan kita bisa terwujud. Seperti pantangan memakai pakaian warna merah dan hijau. Tidak buang air di kawah karena konon lokasi Pasar Setan.

4. Niat yang tulus serta ketekunan tentunya akan mendapat perhatian dari Penguasa Merbabu. Awalnya jangan berharap terlalu banyak. Tanamkan rasa cinta Merbabu dan rasa memiliki, sehingga merasa seperti berada di rumah sendiri ketika berada di Gunung Merbabu. Bila sering mendaki Merbabu dan merasa sudah tidak asing berada di Merbabu dan kerasan, serta senang di Merbabu. Itu pertanda kehadiran kita sudah direstui Penguasa Kerajaan Gaib Merbabu.

 

 

New Page 1

* Borobudur the world's largest Buddhist monument
* Dieng Plateau a volcanic area in the highlands with the oldest standing temples in Indonesia, pre-dating Borobudur by some 100 years
* Karimunjawa a marine park of 27 islands, well off the beaten track
* Mount Merapi a perenially active and spectacular volcano
* Parangtritis a beach to the south of Yogyakarta and easily reached from there
* Prambanan a collection of awe-inspiring Hindu temples
* Salatiga two mighty mountains and the Mata Air festival

* Semarang the administrative capital and an ancient seaport
* Baturetno
* Cilacap a quiet off the beaten track town on the south coast with great potential for tourism development
* Jepara the furniture manufacturing capital of Indonesia; hundreds of workshops working mostly in teak
* Kudus strongly Islamic town and the birthplace of kretek (Indonesian clove cigarette)
* Magelang the nearest large town to Borobudur with a splendid history from the Mataram period
* Purwokerto gateway to mighty Mt Slamet and the adjacent highlands
* Solo (Surakarta) bustling city that has retained a very authentic traditional Javanese nature
* Tegal north coast town with a strong colonial past
* Wonosobo sleepy small city and regency nestled between Mt Sindoro and Mt Sumbing
* Yogyakarta the heritage city of all Java and a semi-autonomous sultanate

Stasiun Balapan The main railway station with colonial style building located around 2 km from the center of the town. Solo is in the main railway roads connecting Jakarta, Yogyakarta and Surabaya. It has also connection with Bandung. There are frequent day and night trains of different classes.

The grave of Ki Ageng Enis He was the great grand son of King Brawijaya V, the grand father of Panembahan Senopati (the First king of Mataram Kingdom II), many pilgrims visit his grave in Laweyan.

The Bengawan or River Solo This longest river in Java flows along the eastern edge of the town from its source in the lime stones hill of the south, near East Java border to its mouth nearby Surabaya, on the Java sea. Regretfully, the river is now shallow, it is not navigable anymore. But in the past It was an important link between Solo and the north cost of East Java. There is a well-known song 'Bengawan Solo' composed by Mr. Gesang.



Banner Kanan
 
 
 
 
 

 
 
 
Banner Bawah

HOME  -  ARTIKEL  JAWA BARAT  -  JAWA TENGAH  -  JAWA TIMUR  -  LUAR JAWA -  DAFTAR PUSTAKA  EMAIL MERBABUCOM  -  BUKU TAMU