Kisah ini adalah sebuah dongeng tentang tukang sihir yang terkenal di dunia, Bila kita pernah menonton film Harry Potter seri ke 2 maka ada adegan di dalam rumah kaca dengan tanaman mandraguna (mandrake) di dalam pot. Para siswa wajib mengenakan penutup telinga sebelum mencabut tanaman Mandraguna. Berikut dongeng singkat yang melatar belakangi adegan tersebut.

Pada zaman dahulu orang percaya bahwa tumbuhan yang disebut mandraguna mempunyai kekuatan gaib. Dahulu kala konon tukang sihir dan tukang tenung suka mencari akar mandraguna ini dan menggunakannya untuk menenung.

Namun akar mandraguna sulit diperoleh. Menurut kepercayaan apabila mandraguna dicabut dari tanah, tumbuhan tadi akan menjerit. Dan siapa pun yang mendengar jeritan tersebut akan mati! Maka dari itu apabila seorang tukang sihir pergi mencari mandraguna, ia berusaha sebaik mungkin untuk melindungi diri terhadap bahaya ini.

Pertama-tama, si tukang sihir akan menunggu sampai tibanya malam yang tak berbulan. Pada malam yang gelap gulita itu ia pergi ke hutan dengan membawa serta seekor anjing hitam, sebuah trompet, sepotong tulang dan segumpal litin. Setelah berhasil menemukan mandraguna yang dicarinya, si tukang sihir akan mengikat leher anjing hitamnya dengan tali. Dan ujung lain tali diikatkannya pada tumbuhan tadi.

Selanjutnya, si tukang sihir menutup telinganya dengan segumpal lilin, lalu menunggu. Tepat pada tengah malam tulang yang dibawa diulurkannya kepada anjingnya. Anjing itu akan lari ke arah tulang tadi dan dengan demikian tercabutlah akar mandraguna karena terseret si anjing, tetapi tetap selamatlah si tukang sihir! la tidak dapat mendengar jeritan tumbuhan itu karena telinganya tersumbat lilin, sedangkan sementara itu is meniup trompet keras-keras.

 

Bunga matahari kelihatannya se olah-olah memandang matahari. Sedikit demi sedikit bunga itu memutar kepala bunganya ke arah letak matahari yang selalu berubah di langit. Dapatkah bunga matahari melihat? Jika engkau menyentuh daun putri malu, tiba-tiba daun-daun itu akan menutup dan terkulai. Kemudian segera sesudah itu daun akan terbuka dan tegak kembali. Dapatkah putri malu yang peka itu merasa?

Menurut para ilmuwan tidak ada tetumbuhan yang dapat melihat, mendengar atau merasa. Namun tetumbuhan memang adalah makhluk hidup yang berpaling dan menghadap ke arah cahaya mata hari ataupun menghindari panasnya.

Gerak kebanyakan tetumbuhan demikian lambat sehingga hampir tidak pemah kita perhatikan. Namun ada tetumbuhan, seperti misalnya putri malu, yang bergerak dengan cepat. Ini menyebabkan tumbuhan itu tampak seolah-olah dapat merasa. Namun tetumbuhan tidak mempunyai otak atau saraf. Oleh karena itu barangkali tetumbuhan tidak akan dapat merasa sakit seperti kita.

 
- Dunia Hijau terbitan Tira Pustaka
- Film Harry Potter in De Geheime Kamer

 


Copyright © 2001 Merbabu.Com - Powered by Propacom.net